Retri Usda Deklarasikan Komunitas UMKM Naik Kelas Tanah Datar

Ekonomi107 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Upaya mendorong transformasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Datar memasuki fase baru melalui gelaran Bimbingan Teknis Penumbuhan Entrepreneur Angkatan XIV di Hotel Rocky Padang pada 23–24 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Retri Usda, SE, Direktur PT Sakato Karya Darma, sebagai pemateri kunci yang menekankan pentingnya kolaborasi dan modernisasi UMKM di era digital.

Acara yang terlaksana melalui alokasi dana pokok pikiran anggota DPRD Sumatera Barat, Zuldafri Darma, SH, tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar Dr. H. Endrizal, SE, M.Si; Kabid Koperasi dan UMKM Tanah Datar Donni, SE; tokoh Tanah Datar yang juga bertindak sebagai moderator, Ali Ardi; serta dua narasumber lain, yaitu Supri Ardi, S.Kom, M.I.Kom dan Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA. Sebanyak 80 pelaku UMKM ikut serta dalam kegiatan ini.

Dalam pemaparannya, Retri Usda menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Ia menilai potensi budaya, kuliner, dan kerajinan di Sumatera Barat hanya dapat tumbuh optimal jika pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Retri turut memaparkan lima persoalan mendasar yang paling sering menghambat UMKM, yakni akses permodalan, literasi digital, legalitas usaha, kualitas produk, dan akses pasar.

“Zaman hari ini bukan lagi era kompetisi, tapi era kolaborasi. UMKM tidak bisa naik kelas kalau berjalan sendiri. Harus saling dukung, saling dorong, dan saling berbagi ilmu,” tegas Retri.

Momentum penting tercipta ketika Retri Usda secara resmi mendeklarasikan Komunitas UMKM Naik Kelas Tanah Datar, sebuah wadah yang dirancang untuk memperkuat jejaring, edukasi, dan kerja sama antarpelaku usaha. Retri menegaskan bahwa komunitas ini tidak dimaksudkan sebagai simbol semata, melainkan gerakan nyata yang memberi dampak langsung kepada pelaku UMKM dan keluarganya.

“Kita ingin program ini berdampak langsung bagi ekonomi keluarga, bukan hanya acara seremonial. Kita ingin UMKM Tanah Datar melompat lebih jauh melalui transformasi,” ujarnya.

Deklarasi tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang menilai inisiatif ini sebagai peluang memperluas akses pelatihan, pengetahuan digital, serta peluang kemitraan. Moderator sekaligus tokoh Tanah Datar, Ali Ardi, menyebut langkah yang diinisiasi Retri Usda dan Zuldafri Darma sebagai angin segar bagi pelaku UMKM yang selama ini berjuang dengan sumber daya terbatas.

Para peserta berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tunggal, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan semakin kuatnya kolaborasi pelaku usaha, Tanah Datar dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat tumbuhnya UMKM inovatif di Sumatera Barat. Deklarasi komunitas tersebut juga menandai kesiapan UMKM Tanah Datar untuk tidak sekadar bertahan, tetapi mulai naik kelas lebih modern, adaptif, dan kompetitif di tengah percepatan ekonomi digital. (rn/*/pzv)

Komentar