Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melakukan inspeksi mendadak ke PT Dharmasraya Lestarindo (DL) di Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kamis (28/5/2026), menyusul keluhan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai berdampak terhadap petani.
Dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan, Annisa mempertanyakan dasar kebijakan penurunan harga sawit yang disebut mengacu pada aturan yang belum diterapkan secara resmi.
“Apa yang menjadi dasar perusahaan menurunkan harga? Karena kalau aturan itu belum diimplementasikan, artinya ini masih spekulasi. Nah, spekulasi ini kalau terlalu jauh bisa merugikan petani-petani kita,” ujar Annisa di hadapan pihak perusahaan.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Dharmasraya menggantungkan perekonomian pada sektor perkebunan kelapa sawit, sehingga kebijakan harga perlu mempertimbangkan kondisi petani di daerah.
“Apalagi sebagian besar masyarakat kita adalah petani sawit. Saya menimbang, aturannya kan belum berlaku dan belum diimplementasikan, itu satu hal,” katanya.
Selain mempertanyakan dasar penurunan harga, Annisa juga menyoroti harga crude palm oil (CPO) dunia yang menjadi acuan penetapan harga sawit. Ia menyebut harga CPO pada periode keempat berada di angka Rp15.183 untuk wilayah Sumatera Barat dan relatif tidak berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
“Kalau acuannya harga CPO dunia, ini dari yang ditetapkan periode keempat sebesar Rp15.183 untuk daerah Sumbar. Tidak terlalu berbeda dengan periode sebelumnya, harga CPO-nya juga relatif sama,” ujarnya.
Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap perusahaan lebih terbuka dalam menentukan harga dan tidak mengambil kebijakan yang berpotensi merugikan petani sawit di daerah. (akn)










Komentar