RELIMA Perpusnas Tanamkan Budaya Literasi Sejak Hari Pertama MPLS di Dharmasraya

Pendidikan28 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Upaya menanamkan budaya literasi sejak awal memasuki dunia sekolah diwujudkan melalui kegiatan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Dharmasraya Goes to School di UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai, Kamis (16/7/2026). Sebanyak 198 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mengusung tema “Membangun Budaya Baca Tulis untuk Generasi Muda yang Kritis dan Kreatif”, kegiatan menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., akademisi Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), Founder Rumah Baca Marenda, Pegiat Literasi Dharmasraya, sekaligus RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya.

Selama kegiatan, peserta didik mengikuti penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab secara aktif. Melalui pendekatan komunikatif dan interaktif, peserta diajak memahami bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai, Kosasih Efendi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan literasi sejak hari pertama sekolah menjadi langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd. yang telah berkenan berbagi inspirasi kepada peserta didik baru kami. Sebanyak 198 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya di lingkungan sekolah sehingga peserta didik memiliki karakter yang kuat sekaligus berprestasi,” ujar Kosasih.

Dalam pemaparannya, Amar Salahuddin menekankan pentingnya kemampuan literasi di era digital agar generasi muda mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Ia juga mengajak peserta didik mencintai budaya dan kearifan lokal Dharmasraya melalui kegiatan membaca, menulis, mendokumentasikan cerita rakyat, hingga menghasilkan karya kreatif yang berangkat dari lingkungan sekitar.

“Literasi adalah bekal utama menghadapi masa depan. Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, anak-anak yang gemar menulis akan mampu melahirkan gagasan, sedangkan mereka yang berpikir kritis dan kreatif akan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Karena itu, mari kita mulai dari kebiasaan sederhana: membaca setiap hari, menulis setiap pekan, dan terus berkarya untuk Dharmasraya serta Indonesia,” tutur Amar.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, perpustakaan, dan komunitas literasi menjadi kunci untuk mencetak generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, tanya jawab, dan komitmen bersama untuk membangun budaya baca tulis di lingkungan sekolah. Program RELIMA Goes to School diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di sekolah-sekolah Kabupaten Dharmasraya sehingga melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter. (akn)

Komentar