Literasi Digital Bekali 396 Siswa Baru SMAN 1 Padang Hadapi Era Informasi

Pendidikan13 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com – Sebanyak 396 siswa baru SMA Negeri 1 Padang mendapat pembekalan literasi digital pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat (KPID Sumbar), Nofal Wiska, S.IP., M.IP., sebagai pemateri utama.

Pembekalan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyaring informasi, mengenali berita hoaks, menjaga etika bermedia sosial, serta melindungi data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dengan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Nofal Wiska mengatakan penguasaan platform digital perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar siswa memahami cara kerja media sosial dan mampu menggunakannya secara bijak.

“Saya sangat senang melihat antusiasme siswa-siswa baru ini. Mereka sudah banyak mengenal platform digital, tapi masih perlu dibekali kemampuan kritis, agar siswa memahami tentang bagaimana media sosial bekerja,” ujar Nofal Wiska usai kegiatan.

Ia menambahkan, media sosial memiliki manfaat besar apabila dimanfaatkan secara tepat, namun juga berpotensi menimbulkan risiko apabila pengguna tidak memiliki literasi digital yang memadai.

“Media sosial bisa menjadi alat belajar dan berkreasi yang luar biasa, tapi tanpa literasi yang baik, justru bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Melindungi data pribadi adalah kunci agar tidak menjadi korban kejahatan siber,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Padang, Rita Gustiani, S.Sos., M.Pd., menyambut baik kehadiran KPID Sumbar dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, literasi sehat bermedia menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik.

“Kami ingin siswa-siswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dengan literasi digital yang kuat, mereka diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara positif tanpa terpengaruh informasi menyesatkan,” ungkap Rita Gustiani.

Ia menambahkan, pembekalan literasi digital menjadi salah satu agenda penting dalam MPLS karena siswa saat ini telah akrab dengan penggunaan gawai sejak usia dini.

“Di era sekarang, siswa sudah sangat akrab dengan gadget sejak kecil. Tugas kami adalah membimbing mereka agar menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab, bukan sekadar konsumen informasi yang pasif,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, SMAN 1 Padang berharap seluruh siswa baru memiliki etika digital yang baik sehingga mampu menghadapi perkembangan teknologi dan informasi serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar