KPID Sumbar Tanamkan Literasi Media di Sekolah, Wali Kota Padang Dorong Generasi Melek Digital

Pendidikan267 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Upaya memperkuat daya kritis pelajar terhadap arus informasi digital terus dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat. Melalui kegiatan “KPID Goes to School” di SMP Negeri 1 Padang, Senin (21/10/2025), KPID Sumbar berupaya menanamkan kesadaran pentingnya literasi media agar siswa mampu menyaring informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir membuka kegiatan tersebut menilai inisiatif KPID Sumbar sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang melek media dan berkarakter kuat. Menurutnya, literasi media merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam setiap lini kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Kota Padang saat ini menggiatkan program Smart Surau. Melalui program ini, surau bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat belajar, bermain, dan membentuk karakter. Itulah cita-cita kita untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan karakter sejak dini,” ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, pembentukan karakter generasi emas perlu ditanamkan melalui penerapan tujuh kebiasaan Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

“Mark Wahlberg, Bill Gates, Dwayne ‘The Rock’ Johnson — mereka semua punya kebiasaan yang sama: bangun pagi, tidur cukup, dan hidup disiplin. Itu kebiasaan pemimpin. Saya berharap anak-anak semua menjadi generasi yang sukses nantinya,” imbuhnya.

Fadly juga menegaskan bahwa generasi muda harus dibekali tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan sosial dan akhlak yang kuat.

“Gunakan teknologi dengan bijak dan berikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Kalianlah yang akan memberi warna bagi Indonesia, apakah akan maju atau justru mundur. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi media,” tuturnya.

Ketua KPID Sumbar Robert Cenedy menekankan bahwa tantangan terbesar di era disrupsi adalah derasnya arus informasi yang sering kali tidak terverifikasi. Ia menilai anak-anak dan remaja kini sangat mudah terpapar berbagai konten dari televisi, radio, hingga media digital.

“Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang populer itu baik. Kemampuan literasi media menjadi sangat penting agar generasi muda mampu memilah, memahami, dan menyaring setiap informasi yang diterima,” kata Robert.

Melalui kegiatan ini, KPID Sumbar berharap tercipta ekosistem penyiaran yang sehat, edukatif, dan bermartabat, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai benteng awal pembentukan karakter dan kecerdasan digital generasi muda. (rn/*/pzv)

Komentar