Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP3APPKB) Kabupaten Dharmasraya menghadirkan inovasi digital HaloPUSPAGA untuk memperluas akses layanan konsultasi keluarga, konseling, dan edukasi pengasuhan bagi masyarakat. Inovasi ini dirancang agar layanan dapat diakses lebih mudah, cepat, aman, dan tetap menjaga kerahasiaan pengguna.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DINSOSP3APPKB Kabupaten Dharmasraya, Welni Suwandi, SH, mengatakan HaloPUSPAGA menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), seperti keterbatasan jarak, waktu, hingga rasa kurang nyaman berkonsultasi secara langsung.
“Selama ini masih banyak masyarakat yang terkendala jarak, waktu, maupun merasa kurang nyaman berkonsultasi secara langsung. Melalui HaloPUSPAGA, kami ingin memastikan layanan konsultasi keluarga, edukasi pengasuhan, dan pendampingan dapat diakses secara mudah, cepat, aman, serta tetap menjaga kerahasiaan setiap pengguna layanan,” kata Welni di Pulau Punjung, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, HaloPUSPAGA tidak menggantikan layanan tatap muka, melainkan menjadi pelengkap yang memperluas jangkauan pelayanan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan secara lebih fleksibel tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring sebagai tahapan asesmen awal. Mekanisme ini membantu petugas mengidentifikasi kebutuhan layanan maupun tingkat kedaruratan kasus secara lebih cepat dan tepat.
Selain pendaftaran daring, HaloPUSPAGA menyediakan layanan tele-counseling berbasis pesan teks yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan psikolog maupun konselor keluarga tanpa harus datang ke kantor layanan. Sistem tersebut tetap menjaga kerahasiaan identitas dan privasi setiap pengguna.
Platform ini juga menyediakan berbagai materi psikoedukasi berupa infografis dan video edukatif mengenai pola asuh positif, ketahanan keluarga, perlindungan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta informasi lain yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Welni mengatakan, sasaran layanan HaloPUSPAGA mencakup orang tua, calon orang tua, anak, keluarga, hingga pengasuh anak yang membutuhkan informasi maupun pendampingan dalam menjalankan fungsi pengasuhan dan perlindungan anak.
“Kami berharap inovasi ini dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas pengasuhan dalam keluarga, serta menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.
Pengembangan HaloPUSPAGA diawali dengan identifikasi persoalan pelayanan PUSPAGA pada akhir 2024. DINSOSP3APPKB kemudian menyusun desain inovasi, pedoman teknis, standar operasional prosedur, membentuk tim pelaksana, membangun platform digital, serta melaksanakan bimbingan teknis dan sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, dan pemerintah nagari sebelum diterapkan secara penuh.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menilai inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui layanan profesional yang mudah diakses, praktis, gratis, dan menjamin kerahasiaan pengguna. Bagi pemerintah daerah, HaloPUSPAGA diharapkan memperluas jangkauan edukasi keluarga, meningkatkan efisiensi pelayanan publik berbasis digital, serta mendukung peningkatan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).
Ke depan, DINSOSP3APPKB Kabupaten Dharmasraya berkomitmen mengembangkan HaloPUSPAGA menjadi platform layanan berbasis web dan aplikasi seluler agar masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, dapat memperoleh layanan konsultasi, konseling, dan pendampingan keluarga secara lebih optimal. (akn)












Komentar