Padang, RANAHNEWS.com — Pimpinan DPRD Kota Padang memanfaatkan Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Sejumlah persoalan yang disampaikan warga mencakup pembangunan jalan, drainase, fasilitas posyandu, dana hibah, penerangan jalan, hingga pembinaan sepak bola.

Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., MM., menjemput aspirasi warga sekaligus meninjau langsung kondisi lapangan di Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).
Muharlion mengatakan, aspirasi warga terkait pembangunan jalan sebelumnya telah direalisasikan sebagian melalui program tahun 2026. Namun, berdasarkan peninjauan langsung, kondisi jalan utama di kawasan tersebut masih membutuhkan penanganan.
“Memang kemarin aspirasi dari masyarakat. Ada lebih dari 300 KK di sini. Ada berarti lebih kurang 300 lebih rumah yang dihuni. Usulan mereka kan pembangunan jalan, kemarin di 2026 memang sudah kita realisasikan sebagian. Dan memang hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memperhatikan. Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan,” ungkap Muharlion.
Selain jalan utama, warga menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan lingkungan serta fasilitas posyandu. Warga juga berharap tersedia gedung yang dapat digunakan sebagai fasilitas berkumpul, termasuk pos pemuda atau balai warga.
“Selain jalan utama, juga ada aspirasi warga soal jalan lingkungan, kemudian juga tadi di sini posyandunya belum ada, sementara mereka rata-rata ini usia pasangan produktif nih, balitanya banyak,” kata Muharlion.
Persoalan banjir juga menjadi perhatian warga. Muharlion menyebut kawasan Bungo Pasang umumnya mengalami banjir ketika terjadi hujan lebat sehingga diperlukan pengendalian aliran air secara menyeluruh hingga Linggar Jati.
“Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini. Mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Ketua RT setempat menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Padang atas kunjungan dan penyerapan aspirasi warga.
“Harapan kami jalan utama itu sekitar seratusan meter, dan mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya. Jalan utama kami ini dapat kami lalui tanpa ada kendala, karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi mungkin harapan kami itu yang utamanya,” pungkasnya.

Di lokasi berbeda, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menjemput aspirasi insan sepak bola se-Kota Padang dalam reses yang berlangsung di Ballroom Palanta Wali Kota Padang, Jalan A Yani, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, dan official. Pertemuan menjadi ruang bagi para pelaku sepak bola menyampaikan berbagai persoalan sekaligus kebutuhan pembinaan olahraga tersebut.
Mastilizal Aye dari Partai Gerindra menegaskan, reses merupakan momentum untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, termasuk para pelaku olahraga dan pecinta sepak bola.
“Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Di dalamnya ada pembinaan karakter, disiplin, kerja sama dan semangat pantang menyerah. Ini juga menjadi salah satu cara kita mengatasi kenakalan remaja,” tegas Aye.
Ia menilai potensi pesepak bola muda di Kota Padang perlu dirawat melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan terhadap SSB, peningkatan kualitas pelatih, serta perhatian terhadap atlet-atlet muda.
“Kita ingin sepak bola Padang kembali berjaya. Untuk itu, semua harus duduk bersama. SSB, atlet, pelatih, official dan pemerintah harus memiliki tekad yang sama. Kalau kita bersatu, insyaallah prestasi akan mengikuti,” ujarnya.
Aye juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini sebagai fondasi dalam membangun prestasi sepak bola. Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari lapangan tempat anak-anak berlatih sejak usia dini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub menggelar reses di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026.
Puluhan warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait tata cara pengurusan dana hibah dan perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
Terkait dana hibah, warga mengaku masih mengalami kebingungan dalam memahami prosedur pengajuan proposal. Banyaknya mata anggaran dan skema pembagian hibah dari pemerintah daerah dinilai membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat menghadapi kendala administratif.
Warga berharap terdapat kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif sehingga pengajuan dana hibah dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Persoalan infrastruktur pascabencana juga menjadi perhatian. Warga meminta pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak. Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani.
Menanggapi aspirasi tersebut, Osman Ayub menyatakan akan mengawal aspirasi warga hingga pembahasan anggaran Pemerintah Kota Padang.
Ia menyebut persoalan infrastruktur dasar seperti riol serta kemudahan akses dana hibah masyarakat perlu menjadi perhatian. Politisi Partai Nasdem tersebut juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan drainase pascabencana dapat masuk dalam skala prioritas penanganan cepat.
Selain itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan mengenai mekanisme dana hibah.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri SAP juga memanfaatkan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 untuk menjaring aspirasi warga di Komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (5/9/2026).
Reses tersebut dihadiri Camat Lubuk Begalung yang diwakili Kasi Pem, Lurah Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Ketua LPM, RT dan RW, Bundo Kanduang, kader PKK, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.
Jupri dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, kehadirannya di tengah masyarakat bertujuan menjemput aspirasi yang nantinya diperjuangkan untuk direalisasikan pada 2027.
Jupri juga menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2026 akan direalisasikan melalui pembangunan yang dilaksanakan di kawasan tersebut pada bulan ini.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain betonisasi jalan, perbaikan drainase, perlengkapan posyandu dan PKK, bantuan untuk TPQ Masjid Muhajirin, sarana olahraga berupa tenis meja, pembangunan lapangan senam, serta taman tematik.
Warga juga mengusulkan bantuan seragam grup senam dan sound system, penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik yang belum memiliki penerangan, bantuan kongsi kematian, serta dukungan untuk posyandu.
Jupri mengatakan seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan. Aspirasi yang dinilai mendesak akan diperjuangkan untuk direalisasikan pada 2027.
Ia juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan pembangunan di daerah pemilihannya, meliputi Kecamatan Lubuk Begalung dan Bungus Teluk Kabung, selama masih dipercaya sebagai wakil rakyat.
“Dan tentunya khusus untuk Kelurahan Gurun Laweh dan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX ini,” pungkasnya. (adv)












Komentar