Pemko Padang Gencarkan Vaksinasi Gratis PMK untuk Lindungi Ternak

News20 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian menggencarkan vaksinasi gratis penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak berkuku belah sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit yang masih berisiko menyebar akibat tingginya mobilitas ternak antarwilayah.

Program vaksinasi yang dilaksanakan di Padang, Selasa (7/7/2026), didukung alokasi 700 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Seluruh vaksin dikelola UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang dan diberikan secara cuma-cuma selama kuota masih tersedia.

Kepala UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang, drh. Yasir Irawan, mengatakan PMK merupakan penyakit akibat infeksi virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi pada hewan berkuku belah, meski tingkat kematiannya relatif rendah.

“Berdasarkan hasil pemetaan, pergerakan ternak antarwilayah menjadi faktor utama penyebaran PMK di Kota Padang. Sebagian besar pasokan ternak berasal dari Sumatera Utara, seperti Kisaran dan Asahan, sehingga mobilitas ternak memengaruhi munculnya kasus,” katanya.

Menurut Yasir, vaksin diberikan kepada sapi, kerbau, kambing, dan domba yang memenuhi persyaratan, yakni dalam kondisi sehat, telah beradaptasi minimal satu minggu di lokasi baru, berusia sedikitnya tiga bulan, serta tidak sedang bunting. Hewan bunting akan divaksin setelah masa kebuntingannya berakhir.

Ia menjelaskan gejala PMK ditandai munculnya lepuh menyerupai sariawan pada mulut disertai produksi air liur berlebihan. Sementara pada bagian kuku, penyakit dapat menimbulkan luka di sela kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu belatung apabila terlambat ditangani.

“Gejala klinis pada mulut ditandai dengan munculnya lepuh mirip sariawan dan produksi air liur berlebihan (hipersalivasi). Sementara pada kuku, terjadi luka di celah kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu belatung jika terlambat ditangani. Kondisi ini bisa fatal dan memaksa peternak melakukan potong paksa jika tidak cermat,” ujarnya.

Dinas Pertanian juga mencatat kesadaran peternak dalam menghadapi PMK meningkat dibandingkan saat awal wabah pada 2022. Peternak dinilai lebih kooperatif, tidak lagi panik menjual atau memotong ternaknya, serta lebih memperhatikan biosekuriti kandang.

Yasir menegaskan tim medis UPT Puskeswan bersama Bidang Kesehatan Hewan selalu bersiaga untuk merespons setiap laporan dugaan PMK dari masyarakat.

“Setiap kali ada laporan indikasi kasus dari masyarakat, tim penanganan medis dari UPT Puskeswan maupun Bidang Kesehatan Hewan akan langsung diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan terpadu secara cepat,” katanya. (rn/*/pzv)

Komentar