Pawai Telong-Telong Padang Meriah, Budaya dan Generasi Muda Menyatu

Pariwisata227 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Ribuan warga tumpah ruah di pusat Kota Padang pada Rabu malam (6/8/2025) dalam perayaan meriah Pawai Telong-Telong, salah satu agenda utama Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356. Arak-arakan budaya ini menampilkan perpaduan unik antara tradisi, semangat kolaborasi, dan kreativitas generasi muda.

Pawai yang dimulai dari Masjid Agung Nurul Iman hingga Halaman Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center itu diikuti oleh 11 kecamatan se-Kota Padang, perwakilan BUMN dan BUMD, serta berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan. Setiap kelompok menampilkan atribut khas yang merepresentasikan perjuangan, seni, budaya, dan potensi unggulan daerah masing-masing.

Wali Kota Padang Fadly Amran, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, menyampaikan rasa bangga melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. “Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan, semua bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta,” ungkap Fadly. Ia menegaskan bahwa pawai ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat serta pengingat akan semangat perjuangan dalam membangun kota.

Menurut Fadly, Pawai Telong-Telong menjadi simbol kolaborasi ideal antara pemimpin adat, tokoh masyarakat, hingga anak muda. “Inilah kolaborasi yang kita harapkan. Terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Angku-Angku, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Paga Nagari, serta masyarakat yang hadir malam ini,” ujarnya.

Momen ini juga menjadi panggung bagi generasi muda untuk mengekspresikan dukungan terhadap arah pembangunan kota. Sebanyak 120 pelajar SMP se-Kota Padang tampil memukau lewat pertunjukan kolosal bertajuk “Satujuan”, sebuah tarian yang dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi kepemimpinan Fadly Amran dan Maigus Nasir. Melalui irama, gerakan, dan energi yang disatukan, para siswa menyampaikan pesan kebersamaan dalam membangun Padang yang unggul dan berbudaya.

Koreografer sekaligus Guru Seni SMP Negeri 1 Padang, Evindo Marsiano, menyebut tarian ini terinspirasi dari program-program unggulan Pemerintah Kota Padang. “Kami padukan filosofi tungku tigo sajarangan dengan unsur adat, syariat, dan budaya Minangkabau. Ada elemen silat, makan bajamba, bundo kanduang, serta iringan musik tradisional seperti indang dan rebana,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa gerakan budaya yang terintegrasi dengan teknologi dan nilai lokal merupakan bentuk investasi pendidikan yang kuat menuju generasi cerdas dan berkarakter.

Pertunjukan ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Puteri Pelajar Indonesia 2025, Khesy Jenetha Andres, yang baru saja mengharumkan nama Padang di tingkat nasional. Sosoknya menjadi simbol keberhasilan pendidikan dan prestasi generasi muda yang menyatu dalam semangat budaya.

Pawai Telong-Telong bukan sekadar perayaan. Ia menjadi ruang pelestarian budaya lokal sekaligus wahana pembentukan karakter generasi muda yang kreatif dan beridentitas. Melalui acara ini, Padang menegaskan dirinya sebagai kota yang tidak hanya menjunjung tradisi, tetapi juga menatap masa depan dengan semangat inovasi. (rn/*/pzv)

Komentar