Hadiri Alek Nagari, Bupati Annisa Janjikan Pembangunan Infrastruktur

Pariwisata10 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan komitmen pelestarian adat dan budaya saat menghadiri Alek Nagari Tebing Tinggi di Rumah Panjang Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga merespons sejumlah aspirasi pembangunan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Dharmasraya H. Agusnadi Dt Rajo Adil dan H. Heri Saputra, Wakapolres Dharmasraya Kompol M. Rizky Cholid, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga H. Reno Lazuardi, Camat Pulau Punjung Erik Harja, Wali Nagari Tebing Tinggi Seprianedi, Wali Nagari Sikabau Abdul Razak, serta unsur adat seperti urang gadang nan duo dan niniak mamak nan salapan.

Hadir pula Plt Ketua LKAAM Dharmasraya H. Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie, Ketua Dekranasda Hj. Rafnelly Rafki Marlon, Bundo Kanduang, pemuda, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Annisa mengapresiasi pemerintah nagari, niniak mamak, tokoh masyarakat, pemuda, dan panitia yang telah mengangkat kembali Alek Nagari sebagai bagian dari pelestarian budaya Minangkabau.

Ia menegaskan, Alek Nagari merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, terutama di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.

“Kita tentu tidak ingin generasi muda kita semakin jauh, apalagi sampai tidak mengetahui adat dan budaya nagarinya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, Alek Nagari juga menjadi momentum mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat komitmen membangun daerah yang religius, berbudaya, dan sejahtera.

Menjawab aspirasi yang disampaikan, Bupati Annisa menyatakan akan mengalokasikan anggaran Rp500 juta untuk pembangunan jalan lingkar Nagari Tebing Tinggi, Rp1,5 miliar untuk perbaikan jalan, serta bantuan tiang listrik guna mendukung operasional SMP baru di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan rehabilitasi Rumah Gadang Panjang yang menjadi lokasi utama kegiatan adat masyarakat.

Ia menegaskan, pelestarian adat dan budaya membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah daerah.

“Alek Nagari ini adalah bukti bahwa adat masih hidup di tengah masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga untuk Dharmasraya yang lebih sejahtera dan merata,” tutupnya.

Mewakili tuan rumah Rumah Panjang, Joni Arpan Dt Bandaro Labiah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah kesibukan pemerintahan, yang dinilai menjadi kehormatan bagi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, Alek Nagari merupakan agenda tahunan yang diwariskan secara turun-temurun sebagai sarana pelestarian adat sekaligus mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.

“Ini adalah ajang silaturahmi antara datuak, niniak mamak, bundo kanduang, cucu kemenakan, alim ulama, cadiak pandai, urang sumando, dan sumandan. Rangkaiannya sudah dimulai sejak Idul Fitri lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi dimulai sejak Idul Fitri melalui kunjungan kekerabatan, seperti anak kepada ibu, kamanakan kepada mamak, hingga urang sumando kepada mamak rumah, dan mencapai puncaknya dalam Alek Nagari.

“Tradisi kami saling mengunjungi di saat Idul Fitri, anak mengunjungi ibu, kamanakan mengunjungi mamak, sumando mengunjungi mamak rumah. Dan saat ini adalah puncak acara, di mana seluruh cucu kemenakan masyarakat Nagari Tebing Tinggi bersilaturahmi dengan urang gadang nan baduo dan niniak mamak nan salapan,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebesar Rp50 juta untuk kegiatan pelestarian adat dan budaya melalui pemerintah nagari.

Selain silaturahmi adat, rangkaian Alek Nagari diisi berbagai kegiatan dan perlombaan, seperti silek sonsong, lomba canang antar suku, lomba pidato adat tingkat SD, lomba majapuik tando, dan lomba marandang. (akn)

Komentar