Pariaman Perkuat Sanitasi dan Percepat Pembangunan RSUD dr Sadikin

News25 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman bersama Anggota DPR RI Komisi IX Ade Rezki Pratama memperkuat sinergi peningkatan kesehatan masyarakat melalui program perbaikan sanitasi dan percepatan pembangunan RSUD dr. Sadikin.

Komitmen tersebut disampaikan Ade Rezki saat menghadiri kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi bersama tokoh masyarakat di Balarung Pendopo Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6).

Dalam kegiatan itu, Ade Rezki menyerahkan bantuan Program Padat Karya Sanitasi senilai Rp100 juta dari Kementerian Kesehatan RI untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat dan perbaikan sanitasi bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.

“Dalam kesempatan ini, kita salurkan bantuan Padat Karya senilai Rp100 juta dari Kementerian Kesehatan RI untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Anggaran ini dialokasikan untuk perbaikan sanitasi dan pembangunan jamban sehat bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas tersebut,” ujar Ade Rezki.

Ia menjelaskan program jambanisasi tersebut sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama melalui penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Rumah warga yang belum memiliki jamban baik nanti akan kita buatkan kloset, saluran air, hingga septic tank-nya. Tujuannya agar lingkungan bersih dan tidak ada lagi limbah kotoran rumah tangga,” katanya.

Selain perbaikan sanitasi, Pemkot Pariaman bersama DPR RI juga terus mendorong percepatan kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin yang sempat terhenti beberapa tahun terakhir. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Kesehatan untuk mempercepat realisasi dukungan anggaran pembangunan rumah sakit tersebut.

Menurut Yota, dengan dukungan pengawalan dari DPR RI, bantuan anggaran pemerintah pusat minimal Rp50 miliar diharapkan dapat terealisasi sehingga pembangunan RSUD dr. Sadikin dapat rampung paling lambat pada 2027.

“Pada kesempatan ini, RSUD dr. Sadikin juga dipastikan akan menerima pasokan alat kesehatan khusus berupa fasilitas PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan. Bantuan alat penanganan khusus bayi baru lahir ini diproyeksikan akan tiba pada kuartal III atau kuartal IV Tahun 2026 untuk menekan angka kematian ibu dan anak,” ungkap Yota.

Pemkot Pariaman juga optimistis dapat mempertahankan target Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan hingga mencapai 100 persen melalui program sanitasi yang berkelanjutan.

“Tahun lalu bantuan ini diberikan kepada Desa Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman dan tahun ini di Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur. Kita akan meminta jajaran untuk kembali menginventarisasi kawasan yang memerlukan intervensi perbaikan sanitasi dan jambanisasi. Semoga dalam lima tahun kepemimpinan kami ini, semua bisa tercapai sehingga masyarakat Kota Pariaman bisa hidup sehat dengan jamban yang layak,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar