APHI Riau Klarifikasi Video Bupati Siak, Tegaskan Pertemuan dengan PT SSL Tanpa Adu Bentak

News382 Dilihat

Siak, RANAHNEWS – Video Bupati Siak Afni Zulkifli yang beredar di media sosial memantik perbincangan hangat publik. Dalam video berdurasi 4 menit 49 detik itu, Afni menuturkan pertemuannya dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, Muller Tampubolon, bersama manajemen PT Seraya Sumber Lestari (SSL) di Kota Pekanbaru, Sabtu (23/8/2025). Ia menyebut pertemuan tersebut berlangsung singkat, diwarnai saling bentak, dan berakhir buntu.

“Barusan jumpa dengan pemilik saham PT SSL. Pertemuan yang awalnya untuk negosiasi damai hanya mampu bertahan sekitar 10 menit. Kami saling membentak, lalu pihak perusahaan keluar ruangan. Petinggi PT SSL yang menemui saya sepertinya tidak punya tata krama. Kita akan berjuang agar izin PT SSL diubah atau bahkan dicabut supaya konflik tidak meluas di Tumang dan sekitarnya,” kata Afni dalam video tersebut.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, yang hadir langsung dalam pertemuan. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut sejatinya dimaksudkan untuk mencari titik terang penyelesaian konflik lahan, dan dihadiri oleh salah seorang manajemen PT SSL, bukan pemilik saham seperti yang disebutkan Bupati.

“Pertemuan itu inisiatif kita agar ada solusi. Karena sifatnya non formal, harapannya lebih terbuka. Awalnya Bupati sempat menyampaikan rencana memfasilitasi tambahan lahan 2.000 hektar bagi PT SSL, serta meminta perusahaan menyetujui Restorasi of Justice bagi para tersangka dalam kasus penyerangan dan pembakaran kantor serta perumahan karyawan PT SSL,” jelas Muller.

Namun, menurut Muller, manajemen PT SSL memilih menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Pihak perusahaan juga mengingatkan bahwa insiden penyerangan tersebut menimbulkan kerugian besar, meninggalkan trauma mendalam bagi karyawan dan keluarga, serta menyebabkan salah seorang manajer meninggal karena tidak mendapat penanganan medis setelah klinik perusahaan ikut dibakar massa.

“Benar pertemuan hanya sekitar sepuluh menit dan tidak ada kesepahaman, tetapi PT SSL tidak diberi ruang menjelaskan permasalahan secara utuh. Justru Bupati menyampaikan akan mengusulkan pencabutan izin PT SSL ke Kementerian Kehutanan. Karena pembicaraan berjalan satu arah dan dinyatakan deadlock, maka pihak PT SSL memilih meninggalkan pertemuan,” ungkapnya.

Muller juga menepis pernyataan adanya aksi saling bentak dalam pertemuan itu. Ia menegaskan suasana memang tegang, tetapi tidak sampai pada adu suara seperti yang disebutkan dalam video Bupati.

“Sejatinya, pertemuan itu untuk mencari win-win solution terkait konflik di area PT SSL. Karena tidak ada kesepahaman, akhirnya pertemuan berakhir tanpa hasil,” tutup Muller. (rn/*/pzv)

Komentar