Audiensi Kementan, Pariaman Ajukan Program Strategis Pertanian Daerah

Ekonomi80 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Penguatan sinergi pusat dan daerah dalam pembangunan pertanian nasional ditandai dengan audiensi Pemerintah Kota Pariaman bersama Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026), dengan usulan program prioritas senilai Rp23,9 miliar.

Audiensi tersebut dilakukan Wali Kota Pariaman Yota Balad dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Menteri ke Pariaman sehari sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, Pemko Pariaman mengajukan sejumlah program strategis, meliputi bantuan drone, pompa, rice milling unit (RMU), benih padi bersertifikat, pengembangan kelapa, rehabilitasi jaringan irigasi, sprayer, bantuan ternak ayam buras, serta pembangunan rumah potong hewan, dengan total anggaran Rp23.970.350.000.

Yota Balad menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama dalam penguatan sarana produksi, irigasi, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.

“Diluar proposal yang kami sampaikan, kami juga meminta kepada Pak Menteri untuk dapat memfasilitasi cetak sawah baru sebesar 500 hektare serta pompanisasi untuk saluran irigasi yang debit airnya masih kecil di sawah-sawah petani di Kota Pariaman, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah Kota Pariaman ke kancah nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat difasilitasi guna mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kota Pariaman.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kesiapan pemerintah pusat dalam mendukung program daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah pusat siap mengakomodasi kebutuhan strategis daerah guna mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Kita ingin anggaran pertanian benar-benar tepat sasaran. Daerah yang siap dan serius bekerja akan kita dukung penuh. Negara hadir untuk melayani rakyat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, fokus anggaran pertanian saat ini diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, irigasi, serta penguatan komoditas pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.

“Usulan daerah akan kita tindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan jajaran Kementerian Pertanian. Kami meminta kepala daerah agar terus berkomunikasi aktif dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani, dan kepala daerah harus siap dipanggil kapan saja, tanpa ada yang diwakilkan. Tujuannya satu, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Audiensi ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan koordinasi pembangunan pertanian nasional. (rn/*/pzv)

Komentar