Antisipasi Inflasi, Dharmasraya Gelar Gerakan Pangan Murah

Ekonomi17 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Antisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di dua lokasi pasar tradisional sebagai upaya menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan pangan, dan daya beli masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu akan berlangsung pada 12 Juni 2026 di Pasar Nagari IV Koto, Kecamatan Pulau Punjung, dan 13 Juni 2026 di Pasar Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, di Pulau Punjung, Kamis (12/6/2026), mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai intervensi yang menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten mengingatkan pemerintah daerah agar aktif melakukan berbagai intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Medison.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang meminta perangkat daerah terkait mengambil langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat membebani masyarakat.

“Atas arahan Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan,” katanya.

Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog tersebut, masyarakat dapat membeli beras dengan harga Rp77.000 per 5 kilogram. Selain itu, tersedia pula sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti bawang merah, minyak goreng, dan cabai.

Untuk memastikan pemerataan manfaat program, pembelian dibatasi satu orang untuk satu paket dengan jumlah kuota yang tersedia terbatas.

Gerakan Pangan Murah merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Bank Indonesia, Bulog, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengendalikan inflasi.

Medison mengimbau masyarakat memanfaatkan program tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk datang sesuai jadwal dan memanfaatkan program ini. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga inflasi Dharmasraya tetap terkendali,” pungkasnya. (akn)

Komentar