Reses DPRD Padang Fokus Penanganan Banjir dan Infrastruktur Lingkungan

Padang, RANAHNEWS.com – DPRD Kota Padang kembali menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi publik melalui pelaksanaan reses masa rehat Sidang II Tahun 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4 hingga 9 Januari 2026 ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat, dengan fokus pada persoalan strategis yang berdampak luas, terutama penanganan banjir, infrastruktur lingkungan, serta penguatan ekonomi dan sosial warga.

Rangkaian reses diawali Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, yang bertemu warga di Masjid Al-Manar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, isu banjir mengemuka sebagai persoalan utama. Warga menyampaikan kebutuhan mendesak akan normalisasi sungai serta perbaikan dan pembangunan drainase baru guna mengurangi risiko genangan yang kerap terjadi.

Selain persoalan kebencanaan, aspirasi masyarakat juga mencakup permohonan bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) serta usulan betonisasi jalan lingkungan. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Muharlion menegaskan komitmen DPRD untuk menampung seluruh aspirasi secara sistematis dan memprioritaskannya sesuai urgensi serta kewenangan.

“Setiap usulan akan kita catat. Dari berbagai masukan itu tentu akan kita pilah, mana yang bisa segera ditangani dan mana yang harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Padang,” ujar Muharlion.

Ia menambahkan, usulan yang bersifat jangka panjang akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku agar dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Dari setiap usulan, kita membutuhkan proposal dari warga. Nantinya, aspirasi tersebut akan diperjuangkan di DPRD untuk dijadikan program lanjutan oleh Pemko Padang,” pungkasnya.

Reses tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, Wakil Ketua LPM, ketua RW dan RT se-kelurahan setempat, serta tokoh masyarakat, mencerminkan sinergi antara unsur pemerintahan dan warga.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri melaksanakan reses pada Minggu (4/1/2026) di Masjid AlKaffah, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung. Warga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan fasilitas umum, seperti jalan dan drainase, dukungan bagi pelaku UMKM, serta pengadaan perlengkapan rebana untuk kegiatan keagamaan. Pengurus masjid juga berharap adanya dukungan dana melalui Pokok-pokok Pikiran Dewan (Pokir).

Menanggapi hal tersebut, Jupri menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat telah mulai direalisasikan secara bertahap. Pada 2025, betonisasi di depan masjid telah dilaksanakan, dan pembangunan lanjutan direncanakan pada tahun berikutnya.

“Insya Allah tahun 2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi di sekitar masjid ini,” ujarnya.

Jupri mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Reses itu dihadiri Ketua RT 01 M. Ali Nofiah, Ketua RW 01 Naswir, Lurah Kampung Jua Hendri Os, S.Kep., Ketua LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, serta tokoh masyarakat setempat.

Reses berikutnya dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye pada Selasa (6/1/2026) di Kelurahan Tabing Banda Gadang, meliputi wilayah Gurun Laweh, Kampung Lapai, dan Kampung Olo. Dalam dialog tersebut, warga menyoroti dampak banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 dan meminta percepatan pemulihan pascabencana.

Perwakilan warga menyampaikan perlunya pengerukan sedimen lumpur di aliran sungai dan perbaikan drainase, mengingat trauma yang masih dirasakan masyarakat.

“Kami masih trauma dengan kejadian banjir bandang 27 November 2025 lalu,” ungkap perwakilan warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mastilizal Aye menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan banjir dapat segera dilakukan secara menyeluruh.

“Insya Allah aspirasi warga akan terus kami koordinasikan dengan pihak terkait, sehingga apabila hujan turun tidak lagi merendam permukiman warga,” tegasnya.

Selain itu, warga juga mengusulkan pengerukan sungai, perbaikan drainase atau riol, perbaikan toilet rumah warga yang tertimbun material banjir, perbaikan jalan menuju Pulau Talena yang belum pernah diaspal, pembenahan aula serbaguna, serta perbaikan akses jalan menuju musala agar dapat dimanfaatkan sebelum Ramadan.

Pada Rabu (7/1/2026), Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub menggelar reses di Banang Cafe, Siteba, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat terkait, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda, remaja, serta masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, Osman Ayub menyoroti kondisi warga yang terdampak banjir bandang sejak November 2025, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

“Saat ini kita berupaya merelokasi warga yang berada di daerah rawan bencana. Pemerintah Kota Padang juga berupaya menghadirkan rumah layak huni bagi korban bencana,” ungkapnya.

Ia juga mendorong percepatan penanganan sungai dengan meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera melakukan pengangkatan sedimen pasir dan lumpur yang telah mencapai ketinggian dua hingga tiga meter.

“Oleh karena itu, DPRD Kota Padang meminta BWS Sumatera V segera melakukan pengangkatan sedimen pasir dan lumpur tersebut agar dapat mencegah terjadinya banjir saat hujan turun,” tutupnya.

Melalui rangkaian reses ini, DPRD Kota Padang menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan kota yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (adv)

Komentar