Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman meraih Juara 3 kategori Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tingkat Kabupaten/Kota dalam Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah setelah Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (17/8/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan Anugerah Adinata Syariah merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada pemerintah kabupaten/kota yang aktif dan konsisten mendorong kebijakan serta ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Menurutnya, capaian tersebut diraih melalui berbagai inovasi dan kebijakan strategis berbasis syariah yang diterapkan secara berkelanjutan di Kota Pariaman.
“Atas nama Pemerintah Kota Pariaman dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya atas raihan Juara 3 Anugerah Adinata Syariah Tahun 2026. Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan nasional atas komitmen dan kerja keras Pemko Pariaman dalam memajukan serta menguatkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di kawasan pesisir Sumatera Barat,” ujar Yota.
Dalam pengembangan pariwisata, Pemko Pariaman memastikan destinasi wisata unggulan dilengkapi fasilitas ibadah yang memadai, bersih, dan nyaman bagi wisatawan.
Di sektor UMKM, lebih dari 1.700 produk UMKM di Kota Pariaman telah mengantongi sertifikat halal, dengan penguatan yang dilakukan di kawasan pusat oleh-oleh Kampung Perak.
Pemko Pariaman juga memberikan dukungan pembiayaan usaha masyarakat melalui program koperasi syariah berbasis bunga 0 persen dan tanpa agunan, dengan persyaratan utama pembacaan syahadat.
“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan hasil kolaborasi erat antara ASN Pemko Pariaman, pelaku usaha UMKM, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat yang konsisten mendukung program-program berbasis syariah,” kata Yota.
Ia mengatakan penghargaan tersebut mencakup sejumlah prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengembangan industri halal, pariwisata ramah Muslim atau halal tourism, optimalisasi keuangan mikro syariah, hingga penguatan tata kelola zakat dan wakaf.
Pemko Pariaman juga telah membuat kebijakan terintegrasi untuk mendorong peningkatan penerimaan dan pengelolaan zakat ASN serta masyarakat bagi kesejahteraan umat.
Selain itu, sistem penggajian ASN di lingkungan Pemko Pariaman dialihkan secara penuh melalui sistem perbankan syariah.
Pemko Pariaman turut mengembangkan zonasi kawasan kuliner dengan prinsip halal, higienis, aman, dan sehat, salah satunya berpusat di Los Lambuang Kurai Taji.
Dukungan sektor pendidikan keagamaan juga dilakukan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGA SAJA) Plus yang dialokasikan khusus bagi para Tuangku untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT).
Yota menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemko Pariaman untuk terus mengembangkan program ekonomi syariah agar memberikan dampak terhadap kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pencapaian ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Juara 3 ini menjadi motivasi dan pijakan strategis untuk terus berinovasi agar program ekonomi syariah semakin berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga Pariaman,” ujarnya.
Ke depan, Pemko Pariaman berkomitmen memperluas edukasi dan sertifikasi halal bagi UMKM lokal serta menjadikan prinsip-prinsip syariah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026 kategori Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tingkat Kabupaten/Kota di Sumatera Barat tersebut diterima Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nazifah. (rn/*/pzv)














Komentar