Nanda Satria Desak Tindakan Hukum atas Perusakan Rumah Doa

Parlemen153 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Perusakan rumah doa umat Kristen di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Minggu (27/7), memicu keprihatinan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia menilai tindakan anarkis tersebut tidak hanya melukai perasaan umat beragama, tetapi juga mengancam citra Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Kejadian ini sangat disayangkan dan mencederai semangat kebersamaan yang telah lama kita bangun di masyarakat,” ujar Nanda saat dimintai keterangan pada Senin (28/7).

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang. Menurutnya, penyelesaian hukum yang adil akan menjadi dasar penting dalam menjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beragama.

“Kita minta tindakan hukum yang tegas terhadap oknum-oknum pelaku, agar menjadi pelajaran bersama. Kota Padang dikenal damai dan toleran. Jangan sampai citra itu rusak oleh ulah segelintir orang,” tegasnya.

Nanda juga mengungkapkan bahwa sesaat setelah kejadian, Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumbar telah menjalin komunikasi dengannya. Ia pun langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran, guna memastikan penanganan kasus dilakukan dengan cepat dan adil.

Ia mengingatkan pentingnya menjunjung dialog dan menghindari tindakan main hakim sendiri. “Jika ada persoalan atau perbedaan pandangan, bicarakanlah dengan cara baik. Jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Semua ini bisa dibicarakan jika ada niat untuk saling memahami,” katanya.

Politisi muda itu juga meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa tersebut tanpa dasar hukum yang jelas. Ia menegaskan bahwa semua agama yang diakui negara berhak mendapatkan perlindungan serta kebebasan dalam beribadah.

“Ini bukan sekadar soal hukum, tapi juga soal bagaimana kita membangun kembali kepercayaan dan menjaga ketenangan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Nanda berharap semua pihak, terutama tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, turut serta menciptakan suasana kondusif di Kota Padang. “Menjaga keamanan dan ketenteraman adalah tanggung jawab bersama. Jangan mudah terprovokasi dan mari kita jaga Kota Padang tetap aman dan damai,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar