Muhidi Tekankan Pentingnya Investasi SDM Sejak Usia Anak

Parlemen15 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Pembangunan sumber daya manusia dinilai menjadi investasi paling menentukan bagi masa depan Sumatera Barat. Karena itu, upaya mewujudkan sekolah ramah anak terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat guna memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) untuk mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui kolaborasi berbagai pihak di Padang, Kamis (11/6/2026).

Menurut Muhidi, pembangunan fisik memang penting, tetapi pembangunan karakter dan kualitas generasi membutuhkan perhatian yang lebih besar karena hasilnya menentukan masa depan daerah dalam jangka panjang.

“Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun SDM membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan DPRD Sumbar terus mendukung pemenuhan hak anak melalui berbagai kebijakan, termasuk Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui penganggaran program perlindungan anak dan pelaksanaan pelatihan Konvensi Hak Anak, serta mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung terwujudnya kabupaten dan kota layak anak di Sumatera Barat.

Selain fungsi legislasi dan penganggaran, DPRD juga menjalankan fungsi pengawasan melalui rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah dan kunjungan lapangan untuk memastikan program perlindungan anak berjalan efektif.

Muhidi menilai pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia menegaskan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi keluarga dan masyarakat. Karena itu, seluruh unsur harus memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak.

Menurut Muhidi, penyiapan generasi masa depan perlu ditopang oleh empat pilar utama, yakni iman sebagai pondasi, akhlak sebagai penuntun, kasih sayang sebagai pengikat, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.

Ia juga menilai penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing, sehingga berbagai program literasi perlu terus didorong sejak usia dini.

“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar