InJourney-Kemendikbud Sinergi Kelola Borobudur sebagai Destinasi Wisata Budaya dan Spiritual

Pariwisata237 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – Langkah strategis dalam pengelolaan destinasi budaya nasional kembali ditunjukkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, yang resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan spiritual yang dikelola secara terpadu dan berkelanjutan.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada 30 Juli 2025. Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, dan Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mewakili kedua lembaga. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir menyaksikan prosesi, bersama CEO PT Danantara Asset Management (Persero) Dony Oskaria dan Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan.

Nota kesepahaman ini meliputi pengelolaan kompleks Candi Borobudur, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, serta pelibatan masyarakat dalam sistem tata kelola yang mengutamakan nilai budaya.

“Momentum ini merupakan kesempatan sangat baik untuk mewujudkan semangat kebudayaan dalam pengelolaan kompleks Candi Borobudur sebagai situs budaya Indonesia,” ujar Fadli Zon. Ia menilai, upaya InJourney dalam menata alur kunjungan dan mengembangkan Kampung Seni Borobudur berada di jalur yang tepat, sejalan dengan misi menciptakan manfaat seluas mungkin bagi masyarakat.

Sementara itu, Dony Oskaria menekankan pentingnya dampak langsung terhadap masyarakat sekitar dalam pengelolaan destinasi. Menurutnya, promosi yang dilakukan InJourney, seperti membuka konektivitas Yogyakarta-Bangkok dan melibatkan ratusan agen perjalanan dalam program familiarization trip, menjadi upaya konkret memajukan pariwisata berbasis budaya.

“Parameter kinerja kami disusun agar kesejahteraan sosial menjadi prioritas utama. Sinergi lintas lembaga melalui single authority management menjadi kunci agar pengelolaan destinasi unggulan berjalan terintegrasi dan akuntabel,” jelas Dony.

Kesepakatan ini memungkinkan Kementerian Kebudayaan, melalui Museum Candi Borobudur, menjalankan fungsi pelestarian secara optimal. Di sisi lain, InJourney Destination Management mengambil peran sebagai fasilitator pariwisata dengan pendekatan edukatif dan pengalaman autentik.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan pentingnya skema kolaboratif untuk mewujudkan Borobudur sebagai ruang budaya hidup, bukan sekadar objek wisata. “Dengan berbagai program berbasis budaya, kami mencatat pertumbuhan tahunan (year-on-year growth) sebesar 5,6 persen bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sebagai bentuk konkret penguatan pariwisata spiritual, InJourney menghadirkan pengalaman istimewa seperti program “Borobudur Sunrise” yang memungkinkan pengunjung menikmati matahari terbit dari Candi Borobudur sejak pukul 04.00 pagi. Program ini diyakini mampu menyentuh sisi batin pengunjung, sekaligus mempererat hubungan dengan nilai-nilai kultural.

Rangkaian program budaya lain juga disiapkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung, menciptakan momen yang bukan sekadar rekreasi, tetapi perjalanan jiwa yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia. (rn/*/pzv)

Komentar