HJK Padang ke-356: Karnaval Budaya Perkuat Citra Kota Gastronomi Dunia

Pariwisata431 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 tahun mencapai puncaknya melalui pergelaran Karnaval Kota Tua yang memikat ribuan pasang mata pada Kamis (7/8/2025) sore.

Kawasan Kota Tua Padang berubah menjadi lautan manusia yang dipenuhi warna-warni budaya, diiringi gemuruh tepuk tangan dan iringan musik tradisional dari berbagai etnis. Karnaval ini menjadi simbol hidupnya kembali denyut sejarah kota di tengah upaya memperkuat citra Padang sebagai kota gastronomi dunia.

Rute karnaval dimulai dari Klenteng HTT di Kampung Cina dan berakhir di Jembatan Siti Nurbaya, menyajikan parade budaya dari pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat serta komunitas lintas etnis. Deretan peserta menampilkan pakaian adat, tarian, dan musik khas masing-masing daerah, Minangkabau, Batak, Tionghoa, Jawa, Sunda, hingga Nias, menyatu dalam semangat kebersamaan.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir menyampaikan rasa bangga atas partisipasi masyarakat. “Melalui karnaval ini, kita membuktikan bahwa Padang adalah kota yang kaya akan keberagaman etnis dan budaya. Potensi ini adalah kekuatan yang akan terus kita jaga dan kembangkan untuk mewujudkan kejayaan Kota Padang hingga masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Tak hanya karnaval, kemeriahan HJK juga dihidupkan oleh event “Taste of Padang Experience Market” yang menampilkan kekayaan kuliner Minangkabau, serta lomba tradisional Selaju Sampan di Sungai Batang Arau. Wali Kota Fadly menegaskan, seluruh agenda dirancang untuk memperkuat positioning Padang sebagai kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO.

“Kepada warga Kota Padang, mari ikuti dan sukseskan semua rangkaian event perayaan HJK ke-356 ini. Sesuai tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City, kita ingin memperkuat citra Padang sebagai kota gastronomi dunia,” ungkapnya.

Sejak 3 hingga 10 Agustus 2025, berbagai acara diselenggarakan, dari yang berskala lokal hingga internasional. Di antaranya Fun Run, Padang Fashion Summit, Badminton Eksekutif-Legislatif, donor darah, Padang Great Sale, Rakornas ICCN, Kempo Wali Kota Cup, Festival Telong-Telong, Talks on Taste: Nasi Padang as a Brand, hingga Gastro Experience Market.

Tak kalah meriah, kegiatan tradisional seperti Makan Bajamba, Festival Marandang, Pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam, hingga Dakwah Serumpun juga menarik perhatian. Penonton bahkan berkesempatan mengunjungi kapal latih TNI AL KRI Bima Suci serta menyambut kedatangan rombongan IMBI ASEAN Ride 2025.

Salah satu pengunjung yang terpukau adalah Edward (51), wisatawan asal Prancis yang sedang berlibur bersama keluarga. Ia mengaku takjub menyaksikan kekayaan budaya yang ditampilkan dalam karnaval. “Saya baru tahu bahwa Padang tidak hanya tentang satu suku saja, yaitu Minangkabau. Ada begitu banyak budaya di kota ini, dan mereka hidup berdampingan dengan damai. Ini luar biasa,” tuturnya usai acara.

Edward menyebut karnaval ini membuka matanya terhadap Padang sebagai kota multikultural. “Saya merasa sangat terhibur dan tersentuh. Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi pelajaran budaya. Kami sekeluarga sangat menikmatinya dan ingin kembali lagi ke Padang suatu hari nanti,” imbuhnya.

Dalam perjalanan menuju Mentawai untuk berselancar, Edward sengaja singgah di Padang selama beberapa hari untuk menikmati kota dan kulinernya. “Kami menyukai kuliner Padang, rasanya unik dan kuat, kaya akan bumbu. Tapi yang paling kami sukai adalah keramahtamahan orang-orang Padang. Semoga kota ini tetap rukun, berbudaya, dan terbuka seperti sekarang,” pungkasnya. (pzv)

Komentar