DPRD Padang Kawal Pemulihan Intake Palukahan Pascagalodo

Parlemen122 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Pemulihan layanan air bersih bagi warga Kota Padang menjadi perhatian serius pascabanjir bandang yang merusak Intake Palukahan. Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, turun langsung meninjau fasilitas vital tersebut pada Kamis (18/12/2025) untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal dan distribusi air segera kembali normal.

Dari hasil peninjauan lapangan, Muharlion menilai kerusakan Intake Palukahan tergolong berat. Bangunan intake yang menjadi sumber pasokan air bersih bagi masyarakat Koto Tangah tertutup material pasir dan bebatuan besar akibat terjangan galodo. Meski medan kerja cukup ekstrem, progres pembersihan dinilai menunjukkan perkembangan dibandingkan kondisi awal pascabencana.

Dalam kesempatan itu, Muharlion menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang yang dinilainya telah bekerja maksimal di lapangan. Ia menyaksikan langsung upaya petugas yang terus membersihkan material sedimen dan membuka kembali jalur intake agar aliran air dapat dipulihkan.

“Kami melihat langsung kerja keras petugas PDAM di lapangan. Ini bukan pekerjaan mudah, namun progresnya sudah terlihat dan patut diapresiasi,” ujar Muharlion.

Ia juga menegaskan DPRD memahami keresahan masyarakat akibat terhentinya pasokan air sejak akhir November. Oleh karena itu, pemulihan distribusi air bersih menjadi prioritas utama yang terus dikawal oleh lembaga legislatif. Dedikasi petugas yang bekerja di tengah timbunan material pascabanjir, menurutnya, layak mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.

Sebagai langkah percepatan, Muharlion menargetkan perbaikan Intake Palukahan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memasuki awal tahun 2026 dengan layanan air bersih yang kembali stabil dan merata.

Penegasan serupa disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut. Ia menekankan pentingnya fungsi Intake Palukahan bagi wilayah Koto Tangah dan sekitarnya, sekaligus berharap ritme kerja yang sudah berjalan cepat dapat terus dipertahankan.

“Intake Palukahan ini sangat vital. Kami berharap pekerjaan yang sudah berjalan cepat ini bisa dijaga agar target pemulihan tidak meleset,” kata Rachmad Wijaya.

Rachmad juga memastikan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan. Mengingat aliran air terhenti sejak 27 November, DPRD berkomitmen mendukung PDAM, baik dari sisi regulasi maupun anggaran, guna mempercepat pemulihan serta mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menilai target penyelesaian sebelum akhir tahun cukup realistis. Menurutnya, faktor cuaca menjadi penentu utama keberhasilan pekerjaan di lapangan.

“Jika kondisi cuaca di hulu sungai tetap kondusif dan pekerjaan dilakukan secara intensif, saya optimistis perbaikan bisa selesai sesuai rencana,” ujarnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi atas perhatian pimpinan dan anggota DPRD terhadap proses perbaikan Intake Palukahan. Kehadiran para wakil rakyat di lokasi, menurutnya, menjadi dorongan moral bagi petugas yang bekerja di lapangan.

“Dukungan dan perhatian DPRD menjadi semangat tambahan bagi kami untuk terus bekerja maksimal,” kata Hendra.

Ia menutup dengan menyatakan keyakinannya bahwa distribusi air bersih ke wilayah Koto Tangah dapat kembali normal sebelum akhir tahun 2025. PDAM Kota Padang, ujarnya, terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dengan dukungan sinergi antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci percepatan pemulihan layanan publik di Kota Padang. (rn/*/pzv)

Komentar