Pariaman, RANAHNEWS.com – Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kolaborasi pemerintah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPR RI, dan para relawan sebagai upaya menjaga persatuan serta membentengi generasi muda dari berbagai tantangan sosial di era modern.
Hal itu disampaikan Yota Balad saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar BPIP bersama Anggota DPR RI Arisal Aziz di Aula STIT-SB Pariaman, Rabu (4/8/2026).
Menurut Yota, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa Pancasila merupakan ideologi hidup yang harus diwujudkan dalam setiap kebijakan pemerintah, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial, hingga pemeliharaan ketertiban umum.
“Pancasila bukan sekadar falsafah atau dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang menjadi panduan dalam berbangsa dan bernegara. Di ranah pemerintahan daerah, Pancasila harus mewujud dalam setiap helai kebijakan publik, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial, hingga pemeliharaan ketertiban umum,” ujarnya.
Yota menilai Kota Pariaman memiliki modal sosial yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai gotong royong, musyawarah, dan toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat dinilai selaras dengan sila-sila Pancasila.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BPIP, DPR RI, dan pemerintah daerah dalam membina ideologi bangsa secara berkelanjutan. Menurutnya, para relawan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
“Sinergi antara BPIP RI, DPR RI, dan Pemerintah Daerah adalah kunci vital. Kepada para relawan yang dilatih hari ini, manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Jadilah jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari masa reses sekaligus wujud komitmen memperkuat pemahaman ideologi bangsa di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan sosial, budaya, dan teknologi menuntut penguatan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak tergerus. Ia menilai masyarakat Minangkabau sejatinya telah lama mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Kita menyadari bahwa di tengah dinamika zaman, tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, nilai-nilai luhur Pancasila sering kali mulai tergerus. Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Arisal.
Ia mengapresiasi para relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, dan membentengi generasi muda kita dari krisis moral dengan menanamkan kembali kecintaan kepada Pancasila sebagai pandangan hidup bernegara,” tutupnya. (rn/*/pzv)













Komentar