PT Semen Padang Serahkan 1.000 Bibit Mangrove untuk Pantai Manjuto

Pesisir Selatan, RANAHNEWS.com — PT Semen Padang menyerahkan 1.000 bibit mangrove untuk ditanam di kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI yang digelar Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang.

Bibit mangrove diserahkan Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes kepada Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung untuk mendukung penanaman di kawasan pesisir Pantai Manjuto.

Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya bersama mendukung pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki arti penting bagi kawasan pesisir sehingga penanaman dan pemeliharaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kolaborasi TNI, pemerintah, dunia usaha, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan di Pantai Manjuto juga diisi bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat serta pelayanan kesehatan.

Sejumlah unsur pemerintah dan instansi turut hadir, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, DPRD Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, Kejaksaan, BNN Sumatera Barat, Pelindo, BPDAS, KSOP Teluk Bayur, tokoh masyarakat, serta sejumlah instansi dan undangan lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, dukungan penanaman mangrove merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, terutama pada aspek lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Melalui dukungan ini, kami berharap kegiatan penanaman mangrove dapat memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Win menyebutkan, kegiatan lingkungan seperti penanaman mangrove membutuhkan keberlanjutan, tidak hanya pada tahap penanaman bibit, tetapi juga pemeliharaan dan kepedulian bersama terhadap kawasan yang telah ditanami.

Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BUMN, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Kepedulian terhadap ekosistem mangrove perlu terus dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Win.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove berkaitan dengan kehidupan dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di kawasan pantai. Ekosistem tersebut menjadi bagian dari lingkungan yang perlu dijaga agar kawasan pesisir tetap memiliki daya dukung bagi masyarakat maupun keanekaragaman hayati.

Penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Manjuto selanjutnya membutuhkan perawatan dan pengawasan agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut sekaligus melengkapi rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Pantai Manjuto dengan kegiatan lingkungan dan sosial yang melibatkan berbagai unsur. (rn/*/pzv)

Komentar