Yota Balad Letakkan Batu Pertama Dua RTLH, Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Pariaman

News18 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com – Wali Kota Pariaman Yota Balad meletakkan batu pertama pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (9/7/2026). Program Pariaman Peduli tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Dua penerima bantuan tersebut yakni Gasman (54), warga Kelurahan Jalan Kereta Api, dan Dahnil (66), warga Kelurahan Ujuang Batuang, Kecamatan Pariaman Tengah. Bantuan disalurkan melalui sinergi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Pariaman.

Dalam sambutannya, Yota Balad mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama BAZNAS untuk menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan membangun kembali harapan dan martabat keluarga penerima manfaat agar dapat hidup di hunian yang sehat dan layak,” ujar Yota.

Ia menjelaskan, Program Pariaman Peduli merupakan inisiatif sosial Pemerintah Kota Pariaman melalui BAZNAS Kota Pariaman yang berfokus pada pendistribusian zakat, bantuan kemanusiaan, termasuk bedah rumah, santunan bagi mustahik, serta berbagai bantuan sosial lainnya.

Menurutnya, rumah memiliki peran penting sebagai tempat membangun kehidupan keluarga dan masa depan anak-anak. Karena itu, bantuan RTLH yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah tersebut disalurkan melalui proses verifikasi agar tepat sasaran kepada penerima yang berhak.

“Rumah bukan sekadar bangunan fisik tempat berteduh dari hujan dan panas, tetapi rumah adalah pondasi utama tempat peradaban keluarga dibangun. Penyaluran bantuan RTLH di Kecamatan Pariaman Tengah ini telah melalui proses verifikasi yang ketat agar tepat sasaran kepada asnaf yang berhak menerima,” katanya.

Yota juga mengungkapkan, hingga tahun 2026 Pemerintah Kota Pariaman telah merealisasikan perbaikan sebanyak 461 unit RTLH yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Program tersebut didukung kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPR RI.

Ia meminta pemerintah desa dan kelurahan terus mendata warga yang masih menempati rumah tidak layak huni agar dapat diusulkan dalam program bantuan berikutnya.

“Kepada pihak kelurahan dan desa, kami meminta agar kembali melakukan peninjauan terhadap warganya apabila ditemukan RTLH yang belum masuk dalam BSPS untuk segera dilaporkan sehingga dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Yota juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong untuk membantu proses pembangunan rumah penerima manfaat agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan lancar.

Peletakan batu pertama turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua BAZNAS Kota Pariaman Elfis Chandra, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta niniak mamak dan urang tuo dari kedua kelurahan. (rn/*/pzv)

Komentar