Pesona Tabuik Piaman 2026 Hadirkan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

Pariwisata42 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 tidak hanya memperkuat identitas budaya Kota Pariaman, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha di berbagai sektor. Masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, event tersebut menghadirkan ratusan ribu wisatawan sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara pada 28 Juni 2026.

Ramainya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berdampak langsung terhadap meningkatnya tingkat hunian hotel dan penginapan, ramainya rumah makan serta pusat kuliner, hingga naiknya pendapatan pedagang kaki lima, pelaku UMKM, dan penyedia jasa transportasi dibandingkan hari-hari biasa.

Dampak positif juga dirasakan sektor jasa. Permintaan terhadap penyewaan panggung, tenda, sound system, perlengkapan dekorasi, jasa dokumentasi, percetakan, hingga tenaga kerja pendukung meningkat selama penyelenggaraan event sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman sejak awal dirancang tidak hanya sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Pariaman. Event ini harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner khas, berbelanja, membeli produk UMKM, hingga menggunakan berbagai jasa yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada Media Center Kota Pariaman, Kamis (9/7/2026).

Menurut Ferialdi, Pemerintah Kota Pariaman terus membenahi penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman setiap tahun agar semakin berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Semakin tinggi jumlah kunjungan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Budaya menjadi kekuatan utama Kota Pariaman dalam mengembangkan sektor pariwisata. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, dan jasa,” katanya.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan puluhan stan UMKM yang membentang dari Muaro Gandoriah hingga lokasi panggung utama. Untuk memeriahkan rangkaian kegiatan Tabuik, juga digelar Bandagala Ekraf Fest 2026 pada 25–28 Juni 2026.

Manfaat penyelenggaraan event turut dirasakan pelaku UMKM. Salah seorang pelaku usaha, Erwin, mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan selama Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman berlangsung.

“Alhamdulillah penjualan jauh meningkat dibandingkan hari biasa. Wisatawan yang datang cukup ramai sehingga produk kuliner dan oleh-oleh banyak dibeli. Event seperti ini sangat membantu usaha kecil seperti kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan meningkatnya transaksi perdagangan selama penyelenggaraan event menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman. Aktivitas jual beli di pusat kuliner, pasar tradisional, sentra UMKM, hingga berbagai lokasi wisata mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Ini menunjukkan bahwa event budaya memiliki manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan momentum event daerah sebagai sarana promosi sekaligus memperluas pasar produk lokal. Dengan meningkatnya kualitas produk dan pelayanan, UMKM diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai salah satu event nasional dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman berperan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Pariaman kepada masyarakat luas. Keunikan prosesi Tabuik menjadi daya tarik yang mendorong kunjungan wisatawan sekaligus memberikan efek berganda bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi, perhotelan, ekonomi kreatif, hingga UMKM.

Melalui penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, Pemerintah Kota Pariaman menegaskan komitmennya menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah melalui pengembangan pariwisata, peningkatan daya saing ekonomi lokal, perluasan peluang usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar