Padang, RANAHNEWS.com — Luapan Sungai Batang Kuranji kembali memicu banjir di kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga. Puluhan personel Polresta Padang dikerahkan untuk mengevakuasi warga Pasar Lalang Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang terjebak genangan air akibat meningkatnya debit sungai.
Evakuasi dilakukan pada Jumat sore (2/1/2025) dan dipimpin langsung Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, bersama personel gabungan. Upaya penyelamatan difokuskan pada warga yang terisolasi di rumah dan area pasar.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak Kamis malam (1/1/2025) hingga Jumat sore. Curah hujan tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap dan menggenangi sejumlah kawasan di sekitarnya.
Luapan air mengakibatkan beberapa rumah warga dan area Pasar Lalang Guo terendam dengan ketinggian bervariasi. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menyatakan bahwa kepolisian bergerak cepat untuk membantu warga terdampak, khususnya mereka yang terjebak akibat banjir.
“Kami langsung menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Apri Wibowo.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi yang dilakukan oleh jajaran Polresta Padang.
Selain mengevakuasi warga, personel kepolisian juga membantu mengamankan barang-barang milik warga serta melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi banjir guna mencegah kemacetan dan memastikan akses kendaraan darurat tetap lancar.
Kapolresta Padang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Hal ini mengingat curah hujan di wilayah Kota Padang masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

















Komentar