Rakornas Kementan, Pasbar Fokus Antisipasi Kekeringan Pertanian

Ekonomi56 Dilihat

Pasaman Barat, RANAHNEWS.com — Ancaman musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering mendorong Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di sektor pertanian.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Pasaman Barat Yulianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau 2026 dalam Upaya Swasembada Pangan Berkelanjutan yang digelar Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Senin (20/4) di Jakarta.

Dalam forum itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama daerah lain membahas analisis potensi kekeringan 2026 hingga strategi peningkatan produksi pertanian. Yulianto hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Afdal serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Hendriko Saputra.

Data yang dipaparkan menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi minimal 35,69 juta ton pada 2026. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan panjang.

“Pasaman Barat merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Sumatera Barat. Kesiapan menghadapi musim kemarau menjadi sangat penting. Melalui Rakornas ini, kita memperoleh arahan strategis untuk memperkuat infrastruktur irigasi serta pengelolaan pola tanam di daerah,” ujar Yulianto.

Ia menegaskan kehadirannya dalam Rakornas merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan melakukan inventarisasi wilayah rawan kekeringan, mengidentifikasi sumber air alternatif, serta memperkuat koordinasi dengan kelompok tani guna menjaga produksi tetap stabil. (dod)

Komentar