Prabowo Apresiasi Transformasi BUMN, Konsolidasi 1.077 Entitas Hemat Rp50 Triliun

Ekonomi3 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 18 bulan pemerintahan telah menghasilkan efisiensi besar melalui konsolidasi perusahaan. Dari semula sekitar 1.077 entitas BUMN, jumlahnya berhasil dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Taklimat itu dihadiri Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran Kabinet Merah Putih.

Dalam arahannya, Presiden menegaskan transformasi dan konsolidasi BUMN menjadi langkah strategis untuk membangun perusahaan negara yang lebih efisien, transparan, kompetitif, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Prabowo mengatakan pemerintah telah menyelesaikan berbagai persoalan strategis selama 18 bulan terakhir, termasuk reformasi sektor BUMN yang dinilainya memberikan hasil signifikan.

“Harusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan. Delapan belas bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan, saat awal pemerintahannya terdapat sekitar 1.077 entitas BUMN. Melalui proses konsolidasi, merger, dan restrukturisasi yang dilakukan BP BUMN bersama Danantara Indonesia, jumlah tersebut berhasil dikurangi menjadi sekitar 250 perusahaan.

“Saya bangga pimpinan Danantara dalam 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut. Dari 1.077 mereka sudah mengonsolidasikan, merger, sehingga berkurang menjadi sekitar 250. Dengan ditutupnya 250, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun,” kata Prabowo.

Selain transformasi BUMN, Presiden juga menyoroti pembentukan Bullion Bank atau bank emas nasional yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia.

Menurut Prabowo, Bullion Bank BUMN kini mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai mencapai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Pemerintah juga memperkuat transformasi sektor strategis melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pengelola ekspor satu pintu komoditas strategis.

Presiden menegaskan penguatan tata kelola, optimalisasi portofolio BUMN, pengembangan ekspor melalui DSI, serta pembangunan ekosistem bullion nasional merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing BUMN di tingkat global.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara, memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional. (rn/*/pzv)

Komentar