Padang Matangkan Dossier Gastronomi Menuju Seleksi UNESCO 2026

Pariwisata19 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kota Padang mematangkan dokumen nominasi Dossier Padang Gastronomy City sebagai syarat mengikuti seleksi nasional menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) melalui Rapat Pleno Dossier Padang bersama Tim Dossier Pusat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).

Rapat yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura melalui Zoom Meeting, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur Akademisi, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), serta pimpinan OPD terkait.

Fadly Amran mengatakan, rapat tersebut menjadi tahapan penting dalam penyempurnaan dokumen nominasi sebelum diajukan pada proses seleksi tingkat nasional. Penyempurnaan dilakukan dengan menyesuaikan substansi dossier berdasarkan masukan tim asesor dan tim penilai agar potensi Kota Padang dapat tersaji secara optimal.

“Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier,” ujar Fadly Amran.

Menurut Fadly, pengajuan Kota Padang pada kategori Gastronomi selaras dengan tema Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026, yakni Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City. Apabila lolos sebagai nominasi Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan proses penilaian di tingkat internasional pada 2027.

“Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event,” katanya.

Sementara itu, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari menyampaikan bahwa pengisian Dossier Padang Gastronomy City telah mencapai 100 persen. Meski demikian, hasil penelaahan menunjukkan masih diperlukan sejumlah penyempurnaan agar dokumen memiliki keunikan dan nilai pembeda dibandingkan daerah lain.

“Kami menyarankan agar kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran Bundo Kanduang dalam bidang gastronomi, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian,” ujar Indah Kartika Sari.

Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria menjelaskan, batas pengumpulan dossier kepada UCCN dijadwalkan pada 28 Juli 2026. Setelah itu, Tim Dossier Pusat akan melakukan verifikasi terhadap dokumen yang disiapkan Pemerintah Kota Padang untuk menilai potensi daerah tersebut sebagai Kota Gastronomi.

“Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar Kota Gastronomi Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman enam besar. Jika semua berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setelah itu, prosesnya akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027,” kata Haris Satria. (rn/*/pzv)

Komentar