Padang, RANAHNEWS – Krisis infrastruktur di Kabupaten Pasaman kembali mencuat setelah beredar video seorang bidan, Dona Lubis (46), menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto. Aksi heroik ini menegaskan betapa sulitnya akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Bahkan, warga setempat kerap harus menandu pasien secara bergantian karena tidak adanya jalan atau sarana transportasi layak menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, meminta kepala daerah aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, terutama dengan anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan setempat. “Kita memahami kepala daerah baru saja dilantik dan kondisi keuangan daerah terbatas. Namun, harus ada upaya serius menjalin koordinasi dengan semua unsur, termasuk anggota DPRD Sumbar dari dapil tersebut,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Pasaman dan Pasaman Barat, Muzli menegaskan komitmennya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan yang sangat vital bagi kelancaran ekonomi dan mobilitas warga. “Kami di DPRD siap menindaklanjuti aspirasi dan keresahan masyarakat, termasuk memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur,” tegasnya.
Menurut Muzli, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci percepatan pembangunan, terutama di wilayah yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur dasar. Ia mengingatkan bahwa masalah ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan juga menyangkut keselamatan dan hak dasar warga. “Pemerintah harus hadir, jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut,” katanya.
Muzli berharap pemerintah provinsi menetapkan daerah-daerah prioritas untuk percepatan pembangunan agar tidak ada lagi masyarakat yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan. (rn/*/pzv)











Komentar