Evi Yandri Tekankan Pentingnya Mengingat Peristiwa Situjuah

Parlemen124 Dilihat

Limapuluh Kota, RANAHNEWS.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan pentingnya menjaga ingatan kolektif terhadap peristiwa sejarah saat menghadiri upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-77 di Lapangan Khatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (15/1/2026).

Evi Yandri mengingatkan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan karena mengandung nilai perjuangan dan pelajaran penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan makna pesan Presiden Sukarno tentang “jas merah” atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

“Peristiwa Situjuah merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pelajaran dan bermanfaat untuk terus kita maknai,” ujar Evi Yandri dalam sambutannya.

Menurutnya, Peristiwa Situjuah mengajarkan bahwa setiap pencapaian membutuhkan perjuangan yang dilandasi kebersamaan dan persatuan. Ia menilai, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat akan dampak besar pengkhianatan terhadap semangat perjuangan.

“Peristiwa Situjuah mengajarkan betapa pengkhianatan dapat berdampak sangat besar. Karena itu, demi daerah dan bangsa, kebersamaan dalam perjuangan harus selalu dijaga,” katanya.

Evi Yandri menyebutkan bahwa pengkhianatan dalam Peristiwa Situjuah telah menyebabkan gugurnya sejumlah pejuang. Peristiwa itu, lanjutnya, harus terus dikenang agar menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.

Ia juga menilai, mengingat sejarah berperan penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan memperkuat semangat kebersamaan. Atas dasar itu, baik secara pribadi maupun kelembagaan DPRD Sumbar, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai setiap peristiwa bersejarah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Mengingat sejarah berarti mengambil pelajaran dan makna dari peristiwa tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Evi Yandri menjelaskan bahwa Peristiwa Situjuah merupakan salah satu kontribusi besar Sumatera Barat dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Ia menegaskan bahwa peringatan Peristiwa Situjuah juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bela negara.

“Pada Peristiwa Situjuah banyak korban nyawa yang jatuh. Ini harus kita ingat dan hargai. Kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara,” kata Evi Yandri.

Ia mengimbau masyarakat menjadikan Peristiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian sejarah berdirinya PDRI yang berlangsung pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, di tengah Agresi Militer Belanda II.

“Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949 merupakan bagian penting dari terbentuknya PDRI. Banyak pelajaran yang harus kita gali, terutama semangat persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar