Annisa: Kolaborasi Jadi Solusi Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran

News48 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Pembangunan jalan hotmix sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Marga Makmur dengan SP 3 di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, terwujud melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan PT Bina Pratama Sakato Jaya. Kerja sama tersebut menjadi langkah percepatan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih layak.

Dalam skema kerja sama itu, PT Bina Pratama Sakato Jaya melaksanakan pekerjaan pengerasan lapisan agregat B dan agregat A sesuai spesifikasi teknis yang disusun konsultan. Setelah pekerjaan tersebut rampung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya akan melakukan penilaian teknis sebagai dasar pelaksanaan pengaspalan melalui anggaran pemerintah daerah.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran, kita harus mampu membangun sinergi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Annisa.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp3,96 miliar untuk pembangunan ruas jalan Marga Makmur–SP 3. Apabila seluruh pekerjaan mulai dari lapisan pondasi hingga pengaspalan hanya dibiayai APBD, panjang jalan yang dapat dibangun diperkirakan sekitar 800 meter.

“Dengan adanya kolaborasi ini, panjang jalan yang dapat dibangun meningkat menjadi 1.500 meter. Artinya manfaat yang diterima masyarakat menjadi hampir dua kali lipat dibandingkan jika hanya mengandalkan APBD,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, menjelaskan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab PT Bina telah dimulai sejak Mei 2026. Pekerjaan ditargetkan mencapai penyelesaian lapisan agregat A pada Juli 2026.

“Setelah pekerjaan lapisan A selesai, akan dilakukan penilaian teknis untuk memastikan kelayakan ruas jalan tersebut sebelum memasuki tahap pengaspalan. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan melaksanakan proses lelang pekerjaan pengaspalan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang,” jelasnya di Pulau Punjung, Kamis (25/6/2026).

Pimpinan PT Bina Pratama Sakato Jaya, Hendra N. Husni, mengatakan pihaknya menyambut baik ajakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk berkolaborasi membangun jalan tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional.

“Usulan pembangunan jalan ini disampaikan melalui Wali Nagari Taratak Tinggi dan diteruskan kepada Ibu Bupati Dharmasraya. Kami melihat jalan ini juga merupakan akses menuju perusahaan yang digunakan bersama oleh masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kami ikut berkontribusi dalam pembangunannya,” ujarnya.

Hendra menambahkan, pihaknya siap melanjutkan kerja sama secara bertahap untuk mendukung penyelesaian pembangunan ruas jalan poros sepanjang 13 kilometer yang menjadi jalur utama masyarakat di kawasan tersebut.

Wali Nagari Taratak Tinggi, Debita Darni Sumarja, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan PT Bina Pratama Sakato Jaya atas terealisasinya pembangunan ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju layanan pemerintahan, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Ratusan warga melintasi jalan ini setiap hari. Karena itu pembangunan ruas jalan ini sangat dinantikan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT Bina yang telah berkolaborasi mewujudkan harapan masyarakat,” ujarnya didampingi Kepala LPM Saprian Tomas.

Pembangunan ruas Marga Makmur–SP 3 merupakan satu dari lima titik pembangunan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan program CSR perusahaan. Empat titik lainnya meliputi ruas Jalan Koto Gadang yang didukung lima perusahaan, Jalan Wonotiung–Koto Salak (DSL), Bukit Hujan, TKA, serta Jalan Sinamar yang dikerjakan KUD setempat. (akn)

Komentar