Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Inovasi layanan kesehatan berbasis digital dari tingkat puskesmas mengantarkan Kabupaten Dharmasraya menorehkan prestasi di level nasional. Program Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat untuk Eradikasi Stunting (KARDI SARAS) meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang diselenggarakan Kementerian PANRB.
Inovasi yang dikembangkan UPT Puskesmas Sungai Rumbai itu dinilai mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terintegrasi, sejalan dengan semangat inovasi yang diusung pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Dharmasraya ke-22.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut saat ditemui di Pulau Punjung, Jumat (9/1/2026). Ia menilai penghargaan nasional ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari layanan dasar mampu memberikan dampak luas.
“KARDI SARAS merupakan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan mampu memberikan solusi konkret dalam penanganan stunting,” ujar Annisa.
Menurut Annisa, pemanfaatan teknologi digital berbasis QR Code dalam KARDI SARAS memperkuat literasi gizi keluarga, memudahkan pemantauan tumbuh kembang balita, serta memastikan pendampingan pola asuh dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, mulai dari jajaran pelayanan kesehatan hingga unsur pimpinan daerah.
“Inovasi ini bisa berjalan konsisten karena adanya dukungan bersama, baik dari Wakil Bupati, Penjabat Sekda, Dinas Kesehatan, hingga Puskesmas Sungai Rumbai sebagai pelaksana di lapangan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Annisa juga mengapresiasi inovator KARDI SARAS, dr. Abdurrahman dari UPT Puskesmas Sungai Rumbai, yang dinilai berhasil menghadirkan terobosan aplikatif untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Ia menekankan bahwa penghargaan OPSI KIPP 2025 harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh aparatur sipil negara di Dharmasraya untuk terus berinovasi.
“Semangat inovasi yang kita gaungkan pada HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya harus diwujudkan dalam kerja nyata. Inovasi harus menjadi budaya kerja birokrasi,” tegas Annisa.
Menurutnya, pengembangan inovasi pelayanan publik sangat penting agar layanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan yang terus berkembang.
Penghargaan OPSI KIPP 2025 diserahkan dalam rangkaian Peresmian Mal Pelayanan Publik Triwulan IV dan Pemberian Penghargaan OPSI KIPP 2025 yang digelar di Jakarta beberapa hari lalu. Kabupaten Dharmasraya tercatat sebagai salah satu dari 24 pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima apresiasi atas inovasi pelayanan publik yang dinilai berdampak, berkelanjutan, dan dapat direplikasi.
Selain menerima penghargaan, delegasi Kabupaten Dharmasraya juga mengikuti kegiatan Diseminasi Praktik Baik Pelayanan Publik 2025 sebagai forum berbagi pengalaman dan penguatan kebijakan inovasi antar daerah. (rn/*/Lik)











Komentar