Jakarta, RANAHNEWS.com – Bupati Solok DR (HC) Jon Firman Pandu, S.H. menerima Penghargaan Tokoh Inspiratif Anugerah SMSI 2026 pada Malam Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan bersama 15 tokoh lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, dan pembangunan bangsa.
Malam Anugerah SMSI 2026 menjadi bagian dari komitmen Serikat Media Siber Indonesia dalam memperkuat kehidupan pers nasional sekaligus memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai konsisten mendukung kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Bupati Jon Firman Pandu hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Susi Sofianti Saidani, S.H., M.M., Kepala Bidang IKP Baitul Azwar, Ketua SMSI Kabupaten Solok Riswan Jaya, S.H., Sekretaris Syamsul Azwar, Bendahara Herman Rante, Wakil Ketua Yasril Yakub, Wakil Bendahara Irda Lili, serta jajaran Pengurus SMSI Sumatera Barat, yakni Ketua Zulnadi, S.H., Wakil Ketua Eko Yance Edri, dan Sekretaris Gusfen Khairul.
Usai menerima penghargaan, Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada SMSI atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Solok.
“Terima kasih juga saya ucapkan kepada Pengurus SMSI Kabupaten Solok dan juga semua rekan-rekan media yang telah ikut menyosialisasikan dan mempublikasikan berbagai program pembangunan di Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Firdaus menegaskan Anugerah SMSI bukan sekadar penghargaan seremonial, melainkan bentuk apresiasi masyarakat pers Indonesia kepada para tokoh yang menunjukkan komitmen terhadap kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi publik.
“Pers yang merdeka adalah syarat penting bagi demokrasi yang sehat dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Firdaus.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menyampaikan bahwa pers tidak hanya menjadi profesi atau sumber penghidupan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Menurutnya, perjalanan sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran komunikasi dan pers yang mampu menjadi perekat berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang suku, bahasa, dan budaya yang beragam.
“Indonesia itu dibangun oleh komunikasi. Komunitas lahir dari komunikasi dan komunikasi yang sehat akan melahirkan identitas bersama,” tutur Prof. Komaruddin Hidayat. (adv)










Komentar