Padang, RANAHNEWS – Minimnya jumlah terapis bagi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat dan kebijakan BPJS Kesehatan yang hanya menanggung terapi hingga usia tujuh tahun masih menjadi keluhan utama para orang tua. Padahal, terapi bagi anak CP dibutuhkan seumur hidup, sementara biayanya tidak sedikit.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumbar, Rafdinal, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Terapis bagi Orang Tua Pendamping Anak dan Penyandang Disabilitas di salah satu hotel di Padang, Senin (11/8/2025). Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan sudah terakomodir dalam APBD. Namun, persoalan saat ini adalah minimnya terapis di Sumbar, ditambah BPJS hanya menanggung terapi anak CP sampai usia tujuh tahun,” ujar Rafdinal yang juga penasehat Yayasan Raga CP.
Ia menyebut Yayasan Raga CP telah menjalin kerja sama yang didukung Baznas Sumbar dan berharap kolaborasi ini dapat berjalan lancar ke depan. Menurutnya, fasilitas publik ramah disabilitas di Sumbar masih sangat terbatas dan perlu ditingkatkan.
Bimtek yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Sumbar bersama Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) ini diikuti peserta dari Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman.
Kepala DP3AP2KB Sumbar, Erlin, menyampaikan bahwa sekitar lima persen anak di Sumbar merupakan anak berkebutuhan khusus, sehingga perlu asesmen menyeluruh agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.
“Pemprov memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada orang tua anak berkebutuhan khusus. Negara wajib memberi perlindungan khusus bagi anak-anak hebat kita,” ujarnya.
Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan pemerintah berkewajiban memfasilitasi semua warga negara tanpa pengecualian. Ia mengakui penyandang disabilitas kerap terpinggirkan dari perhatian publik yang umumnya tertuju pada masyarakat umum.
“Kita pernah menyusun Rencana Aksi Daerah untuk disabilitas, dan Pemprov berkomitmen terus memberi perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Arry.
Dalam kesempatan itu, Arry juga menyinggung rencana hibah satu unit kendaraan untuk Yayasan Raga CP guna mempermudah mobilitas terapis. Bantuan tersebut, menurutnya, belum terealisasi dan akan segera dituntaskan. Pemprov, Baznas, dan Yayasan Raga CP juga tengah memproses kerja sama agar manfaatnya segera dirasakan anak CP di Sumbar. (rn/*/pzv)

















Komentar