Yota Balad: Panahan Berkuda Sejalan dengan Nilai Budaya dan Religi

Pariwisata308 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS — Semangat sport tourism berpadu dengan nilai-nilai budaya dan religius ketika Kota Pariaman menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Horseback Archery pertama di Sumatera Barat. Ajang olahraga panahan berkuda yang digelar di Pantai Kata, Sabtu (1/11/2025), bukan sekadar adu ketangkasan, tetapi juga wadah menumbuhkan ketenangan, fokus, dan kedisiplinan, nilai yang selaras dengan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terpilihnya kota yang dipimpinnya sebagai lokasi perdana penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menilai olahraga berkuda dan memanah memiliki makna yang melampaui kompetisi semata.

“Berkuda dan memanah adalah sunnah Nabi karena keduanya termasuk dalam anjuran Rasulullah. Olahraga ini bagian dari ibadah sekaligus cara menjaga kesehatan dan membangun kekuatan fisik serta mental,” ujar Yota Balad.

Yota menambahkan, penyelenggaraan Kejurda Horseback Archery sejalan dengan visi-misi kepemimpinan Balad–Mulyadi untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata berbasis agama dan budaya.

“Apapun jenis olahraganya, Pemerintah Kota Pariaman selalu memberi dukungan penuh, terutama kegiatan yang berdampak pada ekonomi masyarakat dan promosi wisata. Olahraga seperti ini mendorong berkembangnya sport tourism yang menjadi andalan kota kami,” katanya.

Ia juga berharap kejuaraan serupa dapat terus berlanjut dan menjadikan Pariaman sebagai tuan rumah di tingkat nasional.

“Kami berharap Ketua Umum Horseback Archery Nasional sekaligus Ketua Pordasi Sumbar, Bapak Deri Asta, dapat mempertimbangkan Pariaman untuk menjadi lokasi kejurda berikutnya, bahkan kejurnas, agar sport tourism Kota Pariaman makin dikenal luas,” ujar Yota.

Sementara itu, Deri Asta menjelaskan, Kejurda diikuti oleh 24 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman, Solok, Sawahlunto, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Alahan Panjang, dan Kota Padang.

“Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet terbaik yang akan mewakili Sumatera Barat pada Kejurnas PORDASI di Bromo, Desember mendatang,” ungkap Deri Asta.

Salah satu peserta, Raka (15) asal Kota Solok, mengapresiasi lintasan lomba di Pantai Kata yang dinilainya memenuhi standar nasional.

“Lintasannya bagus dan sudah berstandar nasional. Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar makin dikenal di luar Sumatera Barat,” ujarnya penuh semangat.

Ajang Kejurda ini menjadi momentum bagi Kota Pariaman memperkuat citra sebagai destinasi sport tourism, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tradisional yang bernilai religi dapat menjadi daya tarik wisata yang mendunia. (rn/*/pzv)

Komentar