Teknologi AWD Diterapkan di Pariaman, Hemat Air Tingkatkan Produktivitas Padi

Ekonomi13 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk budidaya padi mulai diujicobakan di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, sebagai upaya meningkatkan efisiensi air dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, bersama Universitas Andalas (Unand) dan Archeda Co. Jepang, Selasa (21/4/2026), di halaman Kantor Desa Air Santok.

Metode AWD diperkenalkan sebagai pendekatan pengelolaan air yang memungkinkan penggunaan air irigasi lebih efisien, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah tanpa mengurangi produktivitas padi.

“Dengan adanya metode AWD ini akan mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Melalui AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan, pola tanam padi yang terus-menerus digenangi air tidak selalu efektif karena dapat menghambat pernapasan akar serta menyebabkan pemborosan air.

Mulyadi juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pihak akademisi dan mitra internasional dalam mendukung pengembangan pertanian di daerah.

“Hadirnya Delegasi Archeda Co. Jepang yang dipimpin oleh Takayuki Ota dan civitas akademika Unand saat ini di Desa Air Santok merupakan satu kebanggaan bagi kami khususnya Poktan Santok Indah. Serap ilmunya dengan baik sehingga teknologi AWD ini bisa diterapkan di sini dan nantinya juga bisa diterapkan pada Poktan lainnya yang ada di Kota Pariaman,” katanya.

Ia berharap penelitian ini dapat mengkaji secara komprehensif aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi, termasuk penentuan lokasi ideal untuk implementasi metode AWD sebelum penanaman.

“Saya berharap pertanian di Desa Air Santok ini mendapatkan hasil pertanian yang melimpah, dan produktivitas padi meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Santok, Edison, menyebut kelompok tani setempat kerap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sehingga dipilih sebagai lokasi penelitian.

“Saya berharap kegiatan ini bisa terus dikawal oleh pihak Unand sehingga bisa meningkatkan hasil panen petani kami dan bisa lebih mensejahterakan para petani kami yang ada di Air Santok ini,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar