Yota Balad Ajak Warga Pariaman Jadikan Iduladha Momentum Pengorbanan

News347 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Ribuan umat Islam memadati Lapangan Merdeka Pariaman, Jumat (6/6/2025), dalam pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah. Salat dimulai pukul 08.00 WIB, dengan imam Muhammad Iqbal dan khatib Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama keluarga turut hadir, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, Kepala Kantor Kemenag, unsur Forkopimda, dan berbagai pimpinan daerah serta organisasi masyarakat. Kehadiran para tokoh daerah menandakan kuatnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam perayaan keagamaan ini.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh masyarakat Kota Pariaman. Ia berharap momen pengorbanan ini memperkuat keimanan dan ketakwaan umat Islam. “Semoga semangat Iduladha menjadikan kita insan yang taat dan ikhlas dalam menjalani hidup,” ujar Yota.

Ia juga mendoakan keselamatan bagi 105 jamaah haji asal Pariaman yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci. “Semoga para jamaah kita diberikan kesehatan dan kembali ke tanah air dalam keadaan mabrur,” tambahnya.

Yota turut menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap program-program pembangunan kota. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi menjadikan Pariaman sebagai kota wisata yang maju, kreatif, berbasis agama dan budaya. “Dalam 100 hari kerja, sejumlah program telah kami realisasikan, seperti Pariaman RISALAH, SAGA SAJA Plus, pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, serta perlindungan bagi petugas keagamaan,” paparnya.

Ia menyebutkan beberapa program yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, termasuk Pusat Kreativitas Keluarga dengan konsep satu rumah satu industri, pembagian perlengkapan sekolah gratis, serta pelatihan untuk mencetak guru unggul. “Kami ingin setiap keluarga di Pariaman menjadi bagian dari pembangunan dan kemandirian,” katanya.

Menutup sambutannya, Yota mengajak umat Islam yang mampu untuk berkurban sebagai bentuk kebaikan yang akan dibalas di akhirat. “Iduladha adalah momen untuk menumbuhkan semangat rela berkorban demi kemaslahatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Prof. Armai Arief menegaskan bahwa Iduladha bukan hanya ritual penyembelihan hewan, tetapi simbol ketaatan dan pengorbanan. “Pengorbanan Nabi Ibrahim dan kesetiaan Nabi Ismail adalah pelajaran luar biasa tentang keikhlasan dan ketundukan pada perintah Allah SWT,” ucapnya.

Ia mengajak jamaah menjadikan hari raya ini sebagai sarana memperbaiki diri. “Kurban sejati adalah kerelaan untuk melepaskan apa yang kita cintai demi nilai yang lebih besar,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar