Yosneli Balad Ingatkan Dampak Gadget Pada Anak Usia Dini

Pendidikan20 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Pengembangan kreativitas dan kemampuan motorik anak usia dini menjadi fokus lomba kolase tingkat Taman Kanak-Kanak se-Kota Pariaman yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Pariaman di GOR Rajo Bujang, Karan Aur, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pariaman karena dinilai menjadi sarana pembentukan karakter, konsentrasi, dan imajinasi anak di tengah perkembangan penggunaan gawai pada usia dini.

Bunda PAUD Kota Pariaman Yosneli Balad mengatakan masa taman kanak-kanak merupakan periode penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Pada masa ini, anak-anak diharapkan bisa melatih motorik supaya berkembang dengan tujuan untuk membentuk karakter anak secara dini yang dimulai dari TK. Biarkan anak-anak kita bermain dan berkumpul bersama teman-temannya tanpa HP atau gadget karena efek dari main gadget atau HP akan menyebabkan kerusakan otak,” ujar Yosneli Balad saat membuka kegiatan.

Menurutnya, lomba kolase dapat menjadi media untuk meningkatkan konsentrasi dan mengembangkan daya imajinasi anak sejak dini.

Ia juga menegaskan keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, melainkan juga pembentukan karakter, kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri.

“Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan membaca atau berhitung semata, tetapi juga dari bagaimana kita mampu membentuk karakter, kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher menyebut lomba tersebut menjadi wadah ekspresi anak-anak di era digital.

“Kita ingin anak-anak kembali berinteraksi dengan tekstur, warna, dan melatih kesabaran mereka melalui seni kolase. Melalui kegiatan lomba ini, anak-anak diajak untuk belajar berani tampil, bersosialisasi, menghargai proses, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ujarnya.

Suasana lomba berlangsung meriah saat peserta menempelkan potongan bahan dengan penuh konsentrasi. Teknik penempelan dan gradasi warna yang ditampilkan peserta membuat persaingan terlihat semakin kompetitif.

Pemerintah Kota Pariaman berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, sekolah, dan orang tua dapat terus diperkuat demi menciptakan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

“Kepada semua peserta, menang atau belum menang bukanlah hal yang paling utama. Yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba, semangat untuk berkarya, dan kebahagiaan dalam belajar,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar