Padang Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha 2026

Ekonomi22 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi fokus utama Pemerintah Kota Padang bersama sejumlah pemangku kepentingan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan itu membahas langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat dan tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan pengendalian inflasi harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik, Pertamina, pelaku usaha, dan perangkat daerah terkait.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, Pemko Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama mendekati Hari Raya Iduladha,” ujar Maigus Nasir.

Ia menyebutkan tiga faktor yang berpotensi memicu inflasi, yakni konflik global di Timur Tengah yang berdampak terhadap harga minyak dan tiket pesawat, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha, serta fluktuasi biaya distribusi akibat perubahan harga bahan bakar.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Kota Padang telah menjalankan Gerakan Pangan Murah di 104 kelurahan bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mendorong program urban farming melalui pemanfaatan pekarangan rumah tangga.

“Sebagai langkah antisipasi, Pemko Padang telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah di 104 kelurahan bekerja sama dengan Bulog dan BI,” katanya.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana menyatakan stok 12 komoditas pangan strategis di Sumbar secara umum masih surplus dan aman menjelang Iduladha. Namun, beberapa komoditas tetap perlu diwaspadai, terutama cabai merah, bawang merah, serta daging sapi dan kerbau.

“Saat ini untuk ketersediaan beras di Kota Padang mencapai 33.506 ton dengan surplus sekitar 25 ribu ton dan ketahanan stok hingga 90 hari. Sementara stok cabai merah tercatat 1.313 ton dengan ketahanan enam hari, sedangkan bawang merah sebanyak 492 ton dengan ketahanan 12 hari,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Andy Setyo Biwado mengatakan inflasi Sumbar pada April 2026 masih berada dalam target nasional dengan angka year-on-year sebesar 1,97 persen.

“Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Padang saat ini antara lain angkutan udara, bawang merah, jengkol, minyak goreng, dan laptop. Sementara komoditas yang mengalami deflasi yakni cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan,” kata Andy. (rn/*/pzv)

Komentar