Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman memperoleh persetujuan kuota sebanyak 300 peserta untuk mengikuti Program SMK Go Global 2026 yang bertujuan membuka peluang kerja internasional bagi lulusan vokasi. Persetujuan tersebut disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam audiensi bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad dan perwakilan Universitas PASIM Bandung, Minggu (22/6/2026).
Audiensi tersebut membahas arahan pelaksanaan International Job Fair 2026 dan turut dihadiri jajaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk para direktur dan staf khusus kementerian.
Hadir pula Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief, serta jajaran Yayasan dan PASIM Go Migrant Center.
Program SMK Go Global akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan PASIM Go Internasional. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses kerja internasional bagi lulusan SMK Kota Pariaman.
Pemerintah Kota Pariaman mengusulkan kuota 300 peserta untuk mengikuti pelatihan dan penempatan kerja internasional pada 2026. Kuota tersebut dibagi ke dalam tiga bidang kompetensi, yakni pengelasan (welding), perawat (caregiver), dan perhotelan (hospitality), masing-masing sebanyak 100 peserta.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing generasi muda di pasar kerja global melalui pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi berstandar internasional, hingga pendampingan penempatan kerja ke berbagai negara tujuan.
Menurutnya, peserta program akan dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja di sejumlah negara seperti Jepang, Jerman, Turki, dan kawasan Timur Tengah.
Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemerintah Kota Pariaman telah menginisiasi Pilot Project Kampung Jepang di Desa Kampung Gadang sebagai pusat pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon pekerja migran.
Program tersebut diharapkan menjadi model penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja internasional yang aman, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam audiensi bersama KP2MI, Pemerintah Kota Pariaman juga mengajukan dukungan berupa akses informasi lowongan kerja resmi, fasilitasi link and match dengan perusahaan penempatan pekerja migran, serta kemudahan pembiayaan melalui skema yang legal dan terintegrasi.
Melalui program tersebut, sebanyak 300 lulusan vokasi diharapkan dapat menjadi pekerja migran profesional yang memiliki keterampilan tinggi, terlindungi secara hukum, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan devisa. (rn/*/pzv)










Komentar