Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di MTsN 3 Solok, Alahan Panjang, dan MTsN 6 Solok, Talang Babungo, Senin (06/04/2026), dengan menekankan peran keluarga dan nagari dalam pengawasan generasi muda.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, yang hadir bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Zulkifli, S.Ag., M.M., unsur Forkopimcam, jajaran pendidikan, tokoh masyarakat, serta pelajar dari Kecamatan Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti.
Kepala MTsN 3 Solok, Rusmaida, S.Ag., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Sejak saya dipercaya memimpin MTsN 3 Solok pada 1 Juli 2025, kami terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Solok yang dilatarbelakangi keprihatinan terhadap maraknya penyakit masyarakat yang sebelumnya juga mengemuka dalam berbagai forum, termasuk momentum halal bihalal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M., menyoroti rendahnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama di kalangan generasi muda.
“Banyak generasi muda yang mengaku beragama Islam, namun belum mampu membaca Al-Qur’an, tidak melaksanakan shalat, dan jauh dari masjid. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Ia menyebut, pihaknya mendorong penguatan pendidikan keagamaan di madrasah dan pesantren melalui penyediaan fasilitas ibadah serta pembiasaan shalat berjamaah.
“Kami mewajibkan adanya masjid atau mushalla di lingkungan madrasah, serta pelaksanaan shalat berjamaah minimal dua kali sehari, yakni Dzuhur dan Ashar. Ini penting untuk membentuk karakter disiplin dan religius siswa,” tambahnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, mengingatkan pelajar terhadap bahaya penyakit masyarakat, termasuk narkoba dan pergaulan bebas yang berdampak pada kesehatan dan masa depan.
“Ketika seseorang masih muda dan memiliki daya tahan tubuh yang baik, penyakit itu bisa tidak langsung terlihat dampaknya. Namun ketika sudah memasuki fase berat, kondisi tersebut bisa berujung fatal. Ini yang harus kita cegah sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran regulasi di tingkat nagari dalam menjaga ketertiban dan moral masyarakat, termasuk melalui penerapan aturan yang terbukti efektif menciptakan kondisi kondusif.
“Beberapa waktu lalu, kami menerima laporan adanya hiburan malam yang disiarkan langsung di media sosial dan mengarah pada tindakan asusila. Malam itu juga langsung kami tindak dan dibubarkan karena tidak memiliki izin resmi,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal dan peran keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah penyimpangan sosial di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap kesadaran kolektif masyarakat, khususnya pelajar, semakin meningkat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan narkoba serta memperkuat nilai agama dan budaya. (E_J)
















Komentar