Saga Saja Plus: Inovasi Pendidikan Wali Kota Yota Balad untuk Warga Kurang Mampu

News, Pendidikan418 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Pemerintah Kota Pariaman terus menunjukkan keseriusan dalam mengakselerasi pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Wali Kota Pariaman Yota Balad meluncurkan Program Unggulan “Saga Saja Plus” dan Bimbingan Belajar Gratis untuk Sekolah Kedinasan, Jumat (2/5/2025), di halaman Balai Kota Pariaman.

Program ini merupakan bagian dari 12 program unggulan yang dicanangkan pasangan Balad Mulyadi saat kampanye Pilkada 2024, dan kini mulai direalisasikan menjelang seratus hari masa kerja.

“Jelang seratus hari masa kerja Balad Mulyadi, satu per satu program unggulan kami mulai dijalankan. Hari ini kami meluncurkan Saga Saja Plus dan bimbingan belajar gratis untuk sekolah kedinasan. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka bisa mengakses pendidikan tinggi di Kota Pariaman yang kualitasnya tidak kalah dari perguruan tinggi di luar Sumatera Barat,” ujar Yota Balad kepada Tim MCP.

Yota menjelaskan, keunggulan dari Saga Saja Plus adalah penyediaan pendidikan tinggi lokal yang terjangkau, disertai pembekalan keterampilan atau life skill bagi para peserta. “Mereka tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga dilatih keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja dan berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membantu orang tua di rumah,” ujarnya.

Untuk melatih keterampilan tersebut, Pemko Pariaman akan bekerja sama dengan balai latihan kerja, dinas tenaga kerja, dan mitra lain yang relevan. Pelatihan akan disesuaikan dengan minat dan bakat peserta, seperti bahasa asing, otomotif, menjahit, dan keterampilan praktis lainnya.

Yota Balad berharap, program ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas generasi muda, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera. “Dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun mitra, kita berharap dapat mewujudkan mimpi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar