Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pengurus Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Solok mengapresiasi dukungan berbagai pihak setelah kontingennya meraih 26 medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di Bukittinggi, 5–10 Oktober 2026. Raihan tersebut terdiri atas delapan medali emas, 10 perak, dan delapan perunggu dari 17 atlet yang diturunkan.
Ketua WI Kabupaten Solok, Rahmat Syah, M.A., yang juga aktivis pendidikan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati H. Candra, Ketua KONI Doni Zulkifli, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet.
“Kami Wushu Indonesia Kabupaten Solok sangat berterima kasih kepada bupati, wakil bupati, Dispora, Ketua KONI beserta jajaran, dan semua pihak yang telah mendukung penuh sehingga dapat meraih total 26 medali di ajang Porprov ini,” ujar Rahmat, Senin (12/10/2026).
Rahmat juga memberikan apresiasi khusus kepada pelatih kepala Wafikha Batriah, S.Kom., yang dinilainya berperan dalam mempersiapkan dan menyeleksi atlet secara objektif dan cermat. Persiapan tersebut dilakukan untuk membawa nama Kabupaten Solok dalam kejuaraan tingkat provinsi itu.
“Saya secara pribadi maupun seluruh pengurus WI Kabupaten Solok juga memberikan apresiasi sangat besar kepada pelatih kepala Wafikha Batriah, yang sudah mempersiapkan atlet dan menyeleksi secara objektif sehingga mendapatkan hasil optimal,” katanya.
Pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026, WI Kabupaten Solok menurunkan 17 atlet hasil seleksi dengan dukungan seorang pelatih, Riki Hamdani.
Rahmat mengakui bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi dapat memunculkan beragam tanggapan. Ia mengingatkan agar apresiasi terhadap prestasi atlet tetap diberikan secara proporsional, termasuk dengan menghargai peran pelatih kepala dalam proses persiapan dan pencapaian hasil pertandingan.
“Kami juga menyadari, pasti banyak yang suka dan ada yang tidak suka, serta ada orang yang tiba-tiba muncul sebagai orang yang berjasa untuk meredupkan kemampuan pelatih kepala Wafikha Batriah. Itu sesuatu yang lumrah ketika keberhasilan sudah didapatkan,” ujarnya.
Delapan medali emas Kabupaten Solok diraih M. Azri pada nomor jian shu dan qiang shu putra; Zulfadli pada dao shu dan gun shu putra; Ahmad Fauzan R. pada nan dao dan nan gun putra; Fahrel Zaki A. pada wingchun bart cam dao; serta M. Ghalib Alrasyd pada wingchun mok yang jong.
Sepuluh medali perak disumbangkan Shafira Ingrida pada wingchun bart cam dao; Septia Ariyanda pada nan dao putri; Aira Suganda pada dao shu putri; Zulfadli pada chang quan putra; M. Ghalib pada wingchun bart cam dao; Ahmad Fauzan R. pada nan quan putra; Fahrel Zaki A. pada wingchun mok yang jong; Fauzia Khairani pada sanda 48 kilogram; Syifa Amabel pada sanda 45 kilogram; serta Mahesa Saputra pada sanda 75 kilogram.
Sementara itu, delapan medali perunggu diraih M. Azri pada chang quan putra; Sardeti pada jianshu putri; Septia Ariyanda pada nan quan putri; Aira Suganda pada gun shu putri; Abill Ramadhan Hamdani pada sanda 56 kilogram; Wilda Rahma Putri pada sanda 56 kilogram; M. Zaki Fahrezi pada sanda 58 kilogram; serta Divo Andewa pada sanda 70 kilogram.
Rahmat mengimbau seluruh pengurus WI Kabupaten Solok, sasana, dan atlet agar mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang telah diraih. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk tidak mudah terpancing isu maupun provokasi yang dapat mengganggu kekompakan.
Ia berharap kebersamaan seluruh unsur pembinaan wushu di Kabupaten Solok tetap terjaga sehingga para atlet dapat terus berprestasi dalam berbagai ajang mendatang. (rn/*/pzv)













Komentar