Porprov Wushu Sumbar Berakhir, Yanisman Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Bukittinggi, RANAHNEWS.com — Ketua Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Sumatera Barat, Yanisman, menegaskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 menjadi tolok ukur evaluasi pembinaan atlet di daerah. Penegasan itu disampaikannya saat menutup pertandingan cabang olahraga wushu di Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, Sabtu (10/10/2026).

Penutupan tersebut dirangkai dengan penyerahan medali kepada para pemenang, sekaligus menandai berakhirnya persaingan atlet wushu dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam perebutan medali pada ajang olahraga tingkat provinsi itu.

Yanisman mengatakan, keberhasilan atlet tidak semata-mata diukur dari perolehan medali emas, perak, atau perunggu. Porprov juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana pembinaan atlet wushu telah berjalan di masing-masing daerah.

“Porprov ini bukan hanya tentang siapa yang meraih medali emas, perak, atau perunggu. Lebih dari itu, ajang ini menjadi evaluasi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet Wushu telah berjalan. Atlet yang berprestasi harus terus dibina, sementara yang belum berhasil harus tetap semangat berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Menurut Yanisman, pembinaan atlet wushu membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pengurus, pelatih, dan atlet hingga dukungan pemerintah daerah. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan atlet berkualitas dari Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang diraih selama Porprov. Prestasi di tingkat provinsi harus menjadi pijakan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

“Jangan berhenti sampai di Porprov. Teruslah berlatih, jaga disiplin, dan tingkatkan kemampuan. Kita ingin atlet-atlet Wushu Sumatera Barat tidak hanya berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga mampu membawa nama daerah ke pentas nasional,” pesannya.

Berdasarkan data perolehan medali emas kategori taolu, Kabupaten Solok memimpin dengan delapan emas. Berikutnya, Kota Bukittinggi meraih enam emas, Kota Solok lima emas, dan Kota Padang empat emas.

Sementara itu, Kota Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai masing-masing meraih satu medali emas pada kategori tersebut.

Berakhirnya pertandingan wushu di Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas prestasi wushu di Sumatera Barat. (rn/*/pzv)

Komentar