Padang, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menyalurkan 40 karung beras dan bantuan pendukung untuk dapur umum warga terdampak banjir di Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (11/10/2026). Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang kesulitan memasak akibat rumah dan lingkungan mereka terdampak banjir.
Penyaluran bantuan ini dilakukan menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut sehari sebelumnya.
Rahmat mengatakan, ketersediaan makanan menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi darurat, terutama bagi warga yang tidak dapat menyiapkan makanan secara mandiri karena kondisi rumah mereka terdampak banjir.
“Ketika banjir terjadi, salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi adalah makanan. Warga yang rumahnya terdampak belum tentu bisa memasak seperti biasa. Karena itu, bantuan logistik untuk mendukung dapur umum perlu diprioritaskan,” ujarnya.
Menurut Rahmat, penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi dampak langsung bencana. Selain bantuan logistik, kondisi warga juga perlu mendapat perhatian agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan setelah situasi memungkinkan.
Namun, ia menilai penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan bantuan ketika bencana terjadi. Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
“Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi perhatian bersama. Penanganannya harus dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kita tidak hanya bergerak ketika banjir sudah terjadi, tetapi juga mencari tahu apa yang perlu dibenahi agar risikonya bisa dikurangi,” katanya.
Rahmat menambahkan, evaluasi perlu diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab banjir sekaligus menilai efektivitas langkah penanganan yang selama ini dilakukan.
“Dengan begitu, penanganan banjir tidak berhenti pada respons darurat, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan perbaikan dalam jangka panjang. Persoalan banjir berulang membutuhkan penanganan yang lebih terencana lagi dan koordinasi berbagai pihak sesuai kewenangannya,” pungkasnya. (rn/*/pzv)













Komentar