Pariaman, RANAHNEWS.com – Upaya Pemerintah Kota Pariaman menanamkan nilai religius dan pelestarian seni budaya sejak usia dini diwujudkan melalui Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat SD/MI se-Kota Pariaman yang resmi dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya dan agama, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan seni qasidah rebana klasik di tengah perkembangan zaman.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa qasidah rebana klasik bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga sarana pembinaan nilai moral dan keagamaan yang perlu terus dilestarikan.
“Qasidah rebana klasik juga menjadi ajang silaturahmi dan menggali potensi di bidang agama, karena qasidah ini menampilkan lagu-lagu bernuansa islami dan menyampaikan pesan moral maupun pesan agama kepada masyarakat melalui lagu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa festival tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman, yakni Pariaman RISALAH (Beriman, Saleh, dan Berakhlak), Satu Keluarga Satu Hafidz, Kembali ke Surau, serta Pesantren ASN.
“Kegiatan ini tidak hanya sebatas program tahfidz, magrib mengaji, dan subuh mubaraqah, tetapi juga menghadirkan lagu-lagu bernuansa islami yang sarat dengan nasihat dan perjalanan hidup yang diperkenalkan sejak dini kepada peserta didik tingkat SD/MI,” terangnya.
Yota Balad mengapresiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman serta KKG Pariaman Selatan yang telah menginisiasi dan melaksanakan festival tersebut.
“Dunia pendidikan tidak hanya diisi dengan proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga dengan kesenian, olahraga, dan keagamaan. Di era modern ini, kegiatan seperti ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai sekaligus melestarikan qasidah rebana klasik secara berkelanjutan,” ulasnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan festival sebagai wadah pengembangan potensi dan penguatan silaturahmi.
“Bagi yang menjadi juara, jangan jumawa dan tetap rendah hati. Sementara bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat dan jadikan ini sebagai pelecut untuk lomba di tahun berikutnya,” harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menyampaikan bahwa Festival Qasidah Rebana Klasik diikuti oleh 76 satuan pendidikan tingkat SD/MI se-Kota Pariaman.
“Festival Qasidah Rebana Klasik ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Afdhal Fuady menjelaskan bahwa festival tersebut memperlombakan cabang vokal, instrumen, dan penampilan dengan dewan juri Nila Maya Sari, Almapetra, dan Tsamratul Fuady.
“Juara I memperoleh Rp4 juta, juara II Rp3 juta, juara III Rp2 juta, harapan I Rp1,5 juta, harapan II Rp1 juta, harapan III Rp500 ribu, dan favorit Rp500 ribu. Sementara terbaik vokal, instrumen, dan penampilan masing-masing mendapatkan Rp500 ribu,” tutupnya. (rn/*/pzv)










Komentar