KTD GMNI Pariaman, Wadah Tempa Karakter dan Ideologi Mahasiswa

Pendidikan327 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Semangat nasionalisme dan pembentukan karakter kembali digaungkan melalui kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pariaman. Kegiatan yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman, Senin (14/7).

Ferry Ferdian menyampaikan apresiasi atas inisiatif GMNI dalam menyelenggarakan KTD perdana ini. Ia menyebut kegiatan kaderisasi mahasiswa sangat penting dalam membentuk calon pemimpin yang berpikir kritis, memiliki integritas, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini jangan dianggap sekadar formalitas. Ini adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi pemimpin yang ideologis, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat. Apalagi tantangan kita saat ini sangat kompleks, mulai dari penyebaran hoaks hingga potensi disintegrasi bangsa,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh peserta agar mengikuti setiap materi dengan serius dan penuh antusiasme, serta menjadikan forum ini sebagai ruang penguatan pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan semangat kebangsaan. “Berani bertanya, berani mengkritik secara konstruktif, dan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan. Semua peserta adalah calon pemimpin masa depan,” tambahnya.

Ketua DPC GMNI Kota Pariaman, Mael Yunus, menjelaskan bahwa KTD kali ini mengangkat tema Menjadikan Burak Tabuik Sebagai Inkubator Kader yang Ideologis dan Revolusioner. Selama tiga hari, peserta akan dibekali materi seputar sejarah perjuangan bangsa, ideologi marhaenisme, wawasan kebangsaan, serta keterampilan advokasi dan kepemimpinan.

“KTD merupakan agenda rutin GMNI untuk membentuk kader yang militan dan siap berjuang demi kepentingan rakyat. Ini adalah ruang awal menanamkan nilai kebangsaan, semangat gotong royong, dan cinta tanah air,” jelas Mael.

GMNI sendiri adalah organisasi mahasiswa nasionalis yang berdiri sejak 23 Maret 1954 di Surabaya. Organisasi ini merupakan hasil penggabungan tiga kelompok mahasiswa yang memiliki cita-cita perjuangan marhaenis dan nasionalisme kerakyatan. (rn/*/pzv)

Komentar