Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanah Datar mengajak siswa SMA Negeri 2 Batusangkar aktif memahami pemilu dan demokrasi melalui program pendidikan pemilih bertajuk KPU Tanah Datar Mengajar, Rabu (13/5/2026).
Program tersebut menyasar pemilih pemula sebagai bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan di masa non-tahapan pemilu. Kegiatan dilakukan dengan metode pembelajaran tatap muka di kelas disertai diskusi terkait pemilu dan demokrasi.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Tanah Datar Gusriyono mengatakan mayoritas siswa peserta kegiatan telah memiliki KTP atau berusia 17 tahun sehingga telah terdaftar sebagai pemilih untuk Pemilu 2029.
“Pendidikan pemilih merupakan kegiatan yang terus dilakukan secara berkelanjutan di masa non tahapan ini. Kali ini sasaran kita pemilih pemula melalui KPU Tanah Datar Mengajar,” ujar Gusriyono usai mengajar di SMA Negeri 2 Batusangkar.
Menurutnya, KPU Tanah Datar mendorong para siswa aktif menggali informasi terkait perkembangan pemilu dan demokrasi di Indonesia agar menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas.
“Pada umumnya, para siswa ini sudah memiliki KTP atau berusia 17 tahun. Artinya, mereka sudah terdaftar sebagai pemilih untuk pemilu tahun 2029 nanti. Dari itu, kita mengajak pemilih pemula ini untuk aktif dalam mengulik berbagai informasi tentang perkembangan pemilu dan demokrasi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan mereka menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas,” ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, sejumlah siswa juga menyampaikan harapan mereka terhadap masa depan Indonesia.
Pelajar SMA Negeri 2 Batusangkar Ochtadira Qurrata berharap program Indonesia Emas 2045 dapat berjalan sukses bagi generasi muda.
“Impian saya terhadap Indonesia masa depan, suksesnya program Indonesia emas pada tahun 2045 buat kami gen z dan generasi-generasi berikutnya,” katanya.
Sementara itu, pelajar lainnya, Syamil Basayev berharap Indonesia terhindar dari pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk kepentingan kelompok maupun pribadi.
“Semoga rakyat Indonesia bisa menikmati dan mengolah sumber daya alam milik Indonesia sendiri, tanpa campur tangan warga negara asing. Sehingga rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera,” pungkasnya. (rn/*/pzv)













Komentar