Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Keterbatasan ruang belajar hingga fasilitas sekolah yang rusak di SDN 22 Parambahan, Kecamatan Bukit Sundi, langsung disampaikan guru dan murid kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Solok Iskanofis saat mengunjungi sekolah tersebut, Jumat (12/6/2026).
Dalam kunjungan ke Jorong Suduiak, Nagari Parambahan itu, pihak sekolah mengeluhkan kondisi sarana dan prasarana yang dinilai belum memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.
Kepala SDN 22 Parambahan Agusfinal mengatakan sekolah saat ini hanya memiliki empat lokal. Ruang guru, ruang kepala sekolah, dan dapur bahkan terpaksa digabung dalam satu ruangan.
“Kami butuh tambahan lokal dan kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Sekolah ini sudah berkali-kali dikunjungi berbagai pejabat, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Mudah-mudahan dengan kehadiran Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Solok bisa membawa angin segar,” ujar Agusfinal.
Ia menjelaskan jumlah murid di sekolah tersebut sudah lebih dari 60 orang sehingga kebutuhan ruang belajar baru menjadi mendesak. Pihak sekolah berharap adanya tambahan tiga lokal, ruang majelis guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, ruang pustaka, perbaikan jalan menuju sekolah, air bersih, hingga jaringan listrik yang memadai.
Menurut Agusfinal, satu ruangan saat ini terpaksa digunakan untuk tiga kelas sekaligus dalam proses belajar mengajar.
“Mustahil anak-anak bisa menangkap pelajaran secara utuh karena pembelajaran berlangsung bersamaan. Ditambah lagi mobiler sekolah sudah banyak rusak dan tidak layak pakai, bahkan papan tulis sudah bolong-bolong dimakan usia,” katanya.
Selain mendengarkan aspirasi guru dan murid, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Solok Iskanofis juga meninjau langsung kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan.
Ia mengatakan perbaikan fasilitas sekolah akan diupayakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
“Dengan keterbatasan anggaran tentu kita lakukan secara perlahan. Tapi kalau sekolah yang masih baik saja bisa mendapat bantuan, masa yang kondisinya seperti ini tidak layak dibantu? Apa standar dan syaratnya?” tegas Iskanofis.
Saat berada di lokasi, Iskanofis juga langsung menghubungi pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui telepon selulernya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, Iskanofis turut memberikan bantuan pribadi untuk pembelian papan tulis baru yang sudah rusak demi mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Komisi I DPRD Kabupaten Solok yang juga membidangi pendidikan tentu punya tanggung jawab moral terhadap kondisi ini. Nanti kita panggil Disdikpora untuk RDP,” ujarnya.
Ia berharap DPRD dan pemerintah daerah dapat bersama-sama mencari solusi untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Turun ke lapangan seperti ini menambah referensi sekaligus menampung aspirasi masyarakat secara langsung. Walaupun secara pribadi anggota DPRD juga sering menerima aspirasi melalui WhatsApp,” tutupnya. (E_J)













Komentar